Ketua KPK Busyro Muqoddas (Foto: blogdetik.com) |
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak termakan dengan manuver Muhammad Nazaruddin. Sebab, lembaga antikorupsi ini dengan tegas menolak permintaan tersangka kasus suap wisma atlet itu untuk dikonfrontir dengan beberapa pihak.
Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menuruti permintaan tersebut. Menurutnya, keengganan untuk mengkonfrontir Nazaruddin merupakan keputusan Komite Etik KPK. Salah satu penyebabnya adalah Nazaruddin dianggap kerap berbohong saat diperiksa.
“Jadi mereka menganggap tak perlu untuk memeriksanya lagi. Yang jelas sudah ada kebohongan-kebohongan dan tidak terbukti,” kata Busyro saat menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Jogjakarta, Sabtu (24/9). Dengan pernyataan tersebut, sepertinya KPK sudah menganggap bahwa tidak ada kebenaran lagi dari semua yang diungkapkan Nazaruddin.
Sebelumnya Wakil Ketua M Jasin mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada wacana dari para penyidik untuk mengkonfrontir Nazaruddin dengan yang lainnya. Menurutnya, hingga saat ini para penyidik KPK memiliki cara yang profesional untuk membongkar sebuah kasus.
“Kalau dikonfrontir nanti isinya malah bertengkar,” kata Jasin. Jadi, lanjutnya, orang-orang yang nantinya dikonfrontir akan berusaha membela diri sekuat-kuatnya. Begitu pula sebaliknya. Maka apabila dipertemukan, maka kemungkinan besar tidak akan selesai permasalahannya. “Penyidik kami sangat profesional,” ujar alumni Universitas Brawijaya itu.
Bahan yang digunakan penyidik adalah dengan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi. Nah apabila penyidik sudah menemukan dua alat bukti yang meyakinkan, maka penyidik tidak akan segan-segan menetapkan siapapun sebagai tersangka.
Memang, seperti yang diketahui, pihak Nazaruddin melaui kuasa hukumnya Afrian Bondjol mendesak agar penyidik KPK secepatnya memanggil kliennya untuk diperiksa.
Tak hanya itu, menurut Afrian, Nazaruddin meminta agar dirinya dikonfrontir dengan semua pihak yang disebut-sebut turut terlibat menikmati pundi-pundi keyaan dari hasil korupsi bersama dirinya. “Dia (Nazaruddin) minta dikonfrontir dengan Anas, Angie (Angelina Sondakh), Wayan Koster, Mirman Amir, Chandra dan lainnya,” ucapnya.
Alasan Nazaruddin ingin dikonfrontir dengan pihak-pihak agar semua kasus korupsi yang ada saat ini bisa terbuka terang dan tahu siapa saja yang bersalah dalam kasus tersebut. “Kan jarang ada tersangka yang minta segera diperiksa dan minta dikonfrontir dengan pihak lain,” imbuh anak buah OC Kaligis itu.
Chandra sendiri, Jumat (23/9) lalu membeberkan tentang semua hubungannya dengan Nazaruddin. Dia mengaku bahwa dirinya pernah empat kali bertemu mantan Bendahara Partai Demokrat itu. Dua kali di restoran dan dua kali rumah Nazaruddin. Namun dia membantah dalam pertemuan itu membahas tentang kasus yang ditangani KPK apalagi menemia sejumlah uang.
Di bagian lain Komite Etik juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengkonfrontir Nazaruddin. Sama seperti Busyro, anggota komite Said Zainal Abidin mengatakan bahwa keterangan Nazaruddin bukanlah keterangan yang valid. Menurutnya, apabila dipaksakan mengkonfrontir, maka itu akan merugikan orang-orang yang baik.
Selain itu, kata dia, jika nyanyian-nyanyian Nazaruddin yang kebenarannya diragukan itu diteruskan, maka tidak akan ada penyelesain yang baik. Semuanya bakal tidak ada ujungnya. “Makanya itu tidak perlu kami kerjakan,” kata dia.
Ketua Komite Etik (KPK) Abdullah Hehamahua juga menganggap bahwa Nazaruddin sebagai seorang pembohong. Beberapa kali dia menyebutkan tentang kebohongan-kebohongan Nazaruddin.
Misalnya tentang Yulianis, matan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup. Kata Abdullah, Nazaruddin menyatakan dirinya memecat Yulianis. Tapi menurut penjelasan Yulianis, dirinya tidak dipecat melainkan mengundurkan diri. Selain itu, Nazaruddin mengaku bahwa Yulianis Direktur Keuangan perusahaannya yang mengerti segalanya tentang keuangan perusahaan.
Padahal dalam keterangan di persidangan, Yulianis mengaku sebagai Wakil Direktur Keuangan. Sedangkan yang menjadi Direktur Keuangan Permai Grup adalah Neneng Sri Wahyuni yang tak lain adalah istri Nazaruddin. Bahkan Yulianis mengatakan Neneng adalah orang yang memegang kunci brangkas-brangkas yang ada di Permai Grup.
Selain itu tentang aliran uang Permai Grup ke Kongres Partai Demokrat. Versi Yulianis, uang perusaahaan yang mengalir ke kongres itu ada Rp30 miliar. Sedangkan pernyataan Nazaruddin uang tersebut mencapai Rp50 miliar dan 7 juta dolar Amerika. “Dia banyak berbohong,” kata Abdullah. “ Di samping itu, kemarin Abdullah menerangkan pihaknya akan menyampaikan hasil kesimpulan pemeriksaan komite pada awal Oktober mendatang. “Nanti akan kami umumkan,” kata Abdullah.
Meski begitu, penasehat KPK itu menerangkan bahwa pihaknya telah selesai membahas hasil pemeriksaan semua orang yang sebelumnya pernah dipanggil. Untuk pemeriksaan lanjutan, menurut Abdullah pihaknya sudah tidak memerlukan lagi. Jadi komite tidak akan memanggil siapapun. Nazaruddin sekalipun. “Pokoknya tunggu saja pada awal bulan,” imbuh pria yang lolos delapan besar calon pimpinan KPK yang baru.(ina/kuh/mar)

0 komentar: on "KPK Tolak Konfrontir Nazar"
Posting Komentar