Tempatkan Text atau gambar disini
Masih Proses, Mohon Sabar
Sponsored By :Riau Bertuah.
Tampilkan postingan dengan label Gosip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gosip. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011


Pacar Olla Ramlan Pengusaha Muda

Artis Olla Ramlan sempat merahasiakan identitas kekasih barunya, namun akhirnya, jelas sudah siapa kekasih janda satu anak itu. Pria itu bernama Muhammad Aufar Hutapea, yang tak lain juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
"Olla teman dekat kok. Kita juga sama keluarganya dekat," ujar Aufar saat ditemui usai akad nikah adiknya, Aurora Kalista Hutapea dengan Alrasyidin Fajri di Jl Imam Bonjol 44, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/9/2011).
Diakui oleh Aufar jika dirinya memang jarang memiliki teman dekat perempuan. Namun sosok Olla dianggapnya berbeda sehingga dekat dengan dirinya.
"Saya jarang punya banyak temen cewek, jadi dia doang yang paling dekatlah," ujarnya.
Aufar dengan malu-malu mengaku belum lama dekat dengan Olla, dan mengaku telah menemukan sosok yang sesuai dengan kreteria yang diinginkannya.
"Olla itu orangnya baik banget. Kita dekat beberapa bulan belakangan. Insya Allah dia masuk dalam kriteria saya," pungkasnya. (kpl/adt/dar)
read more...

Minggu, 18 September 2011

MUI : Sebaiknya Berbusana Sesuai Syariah, Jangan Rok Mini


MUI : Sebaiknya Berbusana Sesuai Syariah, Jangan Rok Mini


MUI : Sebaiknya Berbusana Sesuai Syariah, Jangan Rok Mini


Download GRATIS Panduan Ekslusif Bagaimana Seorang Pengangguran Hasilkan $22,000 Dalam 2 BulanJAKARTA (RP) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespon baik pernyataan Bupati Aceh Barat yang menekankan  perempuan mengenakan busana sesuai syariah. MUI menilai, perempuan dengan pakaian yang super minim, bisa memancing kejahatan. Seperti pemerkosaan dan pelecehan seksual lainnya.



Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Aceh Barat Ramli Mansur mengatakan jika perempuan yang tidak mengenakan pakaian sesuai syariah Islam, layak diperkosa. Untuk itu, bupati menghimbau seluruh wanita muslimah di wilayah kerjanya untuk mengenakan busana sesuai syariah Islam. Aturan ini, sudah tertuang dalam peraturan daerah atau disebut qanun. "Memang pernyataan itu terlalu lugas. Tapi maksudnya baik," tandas Ketua MUI Amidhan kemarin (17/9).

Amidhan juga mengakui polemik berbusana di tanah air, terlabih di Jakarta, memang cukup pelik. Perempuan yang menggunakan busana super ketat, seperti rok mini, sering mengeluh jika sudah menjadi korban kejahatan seksual.

Padahal, terang mantan Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dan Urusan Haji Kementerian Agama (sekarang Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah) periode 1991-1996 itu, kasus kejahatan seksual muncul dari bertemunya dua fenomena.

Pertama, fenomena perempuan yang mengenakan busana super minim yang cenderung memancing birahi. Dan kedua, fenomena berkembangnya laki-laki berperilaku menyimpang. "Yang harus diwaspadai, adalah pertemuan dua fenomena ini," kata dia.

Amidhan menjelaskan, pernyataan Gubernur Fauzi Bowo terkait anjuran bagi perempuan tidak menggunakan rok mini dan pakaian ekstra ketat lainnya, ia nilai cukup bagus dan cukup beretika. "Jika ada yang menentang (anjuran, red) rame-rame, itu menunjukkan jika masyarakat kita sedang sakit," kata dia.

Sementara itu, Amidhan mengatakan secara lembaga MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa khusus untuk larangan mengenakan rok mini. "Fatwa itu terlalu teknis," katanya. Namun, Amidhan menjelaskan MUI sudah tidak kurang lagi mengeluarkan himbauan supaya perempuan yang keluar rumah menggunakan busana yang sopan.

Mantan staf khusus Menteri Agama bidang Kerukunan itu menuturkan, berbusana ekstra minim boleh-boleh saja asal tahu tempatnya. "Misalnya di pantai, tidak masalah menggunakan pakaian minim," terangnya. Namun, yang terjadi sekarang ini orang menggunakan baju yang mengundang syahwat di tempat-tempat umum. Misalnya, di angkot, pasar modern, hingga pasar tradisional.

Amidhan menjelaskan, anjuran mengenakan busana yang sesuai syariah, minimal menutup aurat, mengacu pada Surat Al Ahzab ayat 59. Arti surat tersebut kurang lebih, menyuruh para nabi untuk mengatakan kepada istri-istrinya dan anak-anaknya, agar menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh. "Tujuan dari menjulurkan jilbab itu adalah, untuk melindungi perempuan dari kejahatan," pungkas Amidhan. (wan) 
read more...

Mabes Tak Masalahkan Briptu Norman Mundur


Mabes Tak Masalahkan Briptu Norman Mundur


Mabes Tak Masalahkan Briptu Norman Mundur
 
Briptu Norman Kamaru
 

 
JAKARTA (RP) - Mabes Polri bersikap dingin terhadap rencana pengunduran diri Briptu Norman "Chaiya" Kamaru dari Korps Bhayangkara. Besok (Senin 19/09) rencananya orang tua Norman akan menemui Kapolri Jenderal Timur Pradopo. "Saya diajak untuk mendampingi tapi karena ada agenda lain belum bisa janji," ujar pengacara Farhat Abbas di Jakarta kemarin (17/09).

Farhat selama ini dekat dengan keluarga Briptu Norman Kamaru. Pengacara yang sekarang sedang sibuk mendampingi tersangka kasus korupsi di Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu juga pernah membuatkan Norman lagu dan membantu memproduksinya di dapur rekaman. "Rencana itu sudah keputusan Norman dan keluarganya, kita hormati saja," kata Farhat.

Keluarga Norman sekarang berada di Bogor setelah terbang dari Gorontalo. Mereka berupaya berdialog dengan Kapolri dan akan menyerahkan surat pengunduran diri resmi dari dinas kepolisian. 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengaku belum mendengar rencana Norman atau keluarganya menghadap pimpinan tertingi Polri. "Sebenarnya cukup di tingkat Polda saja, ada mekanisme disana. Tidak semua harus ke Mabes," katanya.

Mantan Kapolda Jatim itu mempersilahkan Norman menetapkan pilihan jalan hidupnya. "Itu tergantung yang bersangkutan. Yang jelas bagi setiap anggota Polri aktif terikat dengan aturan dank ode etik tanpa pandang bulu," katanya.

Bukankah dulu pernah ada rencana merekrut  Norman sebagai staf di Mabes - "Oh tidak, itu wacana di luar saja. Penempatan personel ka nada prosedurnya yang baku, tidak bisa langsung," kata Anton.  

Briptu Norman Kamaru tenar sejak rekaman lip sync Chaiya Chaiya ala Syahrul Khan di youtube diekspose media pada April 2011 lalu. Setelah tampil di televisi, Norman lantas kebanjiran order. Bulan-bulan pertama Norman di Jakarta didampingi oleh Kasat Brimob Polda Gorontalo AKBP Anang Sumpena dan Kabagpenum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar.

Norman juga sempat diundang bernyanyi di Mabes Polri. Saat itu, Norman duduk satu meja dengan Kadivhumas Polri rjen Anton Bachrul Alam dan menyanyikan Chaiya Chaiya.

Namun, setelah laris order, Norman rupanya sering lupa minta ijin. Pada 8 Juli 2011 dia dijemput tim pengamanan internal (Paminal) Provos Polri  saat sedang syuting bersama pesulap Dedy Corbuzier. Rupanya, Norman tidak minta ijin pimpinan. Dia lalu dipulangkan ke Gorontalo dan hanya diberi sanksi teguran .

Tapi, pada  8 September 2011 lalu, Norman kembali bermasalah dengan  provos Polri. Saat sedang syuting video klip di  Kotamobagu Sulawesi Utara , Norman kembali "diamankan". Lagi, lagi, tersandung masalah perijinan.

Puncaknya, Jumat 16 September 2011 lalu Norman menyatakan akan mundur sebagai polisi di Gorontalo. Namun, secara resmi, surat permohonannya akan disampaikan langsung ke Mabes Polri.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Police Watch Neta Sanusi Pane menilai Norman ibarat habis manis sepah dibuang. "Dulu digunakan untuk angkat citra Polri, sekarang mau mundur langsung diperbolehkan," katanya.

Aktivis yang menulis buku "Jangan Bosan Kritik Polisi" itu menilai sikap Norman muncul karena tekanan dari atasan. "Dia juga tidak ingin melanggar janji dengan pihak lain, sementara untuk perijinan dan sebagainya mungkin saja dipersulit," katanya. (rdl) 
read more...

Sabtu, 17 September 2011

Istri Hamil 4 Bulan, Daus jadi Rewel


Awalnya Ragu Mampu Memuaskan Istri dan Beri Keturunan
Istri Hamil 4 Bulan, Daus jadi Rewel

Istri Hamil 4 Bulan, Daus jadi Rewel
 
 

 
JAKARTA - Ke depan, Daus dan Yunita akan belajar pada Ucok Baba. Saat ini Ucok yang juga mungil sudah beristri dan punya anak. 

Tuhan itu Maha Adil. Barangkali sedikit yang menyangka komedian Daus Mini dengan segala keter­batasan fisiknya bisa menikah dengan Yunita Lestari. Bahkan istrinya belakangan diketahui sedang mengandung.

Kabar ini jelas disyukuri Yunita yang awal menikah cemas mengetahui Daus ragu apa bisa memuaskan istri dan memberinya keturunan. Tapi semua keraguan punah sudah.

Daus Mini menikahi Yunita pada 17 Juli 2011. Hebatnya, baru dua bulan menikah, namun Yunita sudah hamil empat bulan. 

“Senangnya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Anak kecil udah punya anak,” ucapnya lagi.

Ke depan, Daus dan Yunita akan belajar pada rumah tangga komedian mungil lain yakni Ucok Baba. Saat ini Ucok memiliki istri yang normal fisik dan anak yang sehat pula.

“Bang Ucok jadi acuan aku. Dia saja sudah punya istri dan anak. Kenapa kami nggak bisa. Ya udahlah, jalanin aja,” jelas Daus. 

Awalnya, Daus kaget saat Yunita menceritakan perihal kehamilan itu. Namun perlahan, Daus mulai berperan sebagai suami yang kasih perhatian intens kepada istrinya. Selain itu, tahu istrinya hamil, Daus jadi lebih cerewet. Untuk meladeni sikap cerewet dadakan Daus itu, Yunita balas dengan mengejeknya.

“Dia jadi cerewet. Sebentar-sebentar, ‘sudah minta vitamin belum’, ‘awas jangan loncat-loncat!,” kata Yunita mencontohkan omongan Daus. 

“Kalau dia lagi cerewet agak risih juga, ya. Buat nangkalnya aku sering ngeledek deh. Itung-itung bikin dia diam dikit, sekalian belajar ngelawak, hehe”, tambahnya sambil bercanda.

Lagi-lagi Daus tak habis pikir. Kenapa badannya yang kecil kok bisa punya anak kecil. Tapi dia yakin itu karena Tuhan adil dan sayang kepadanya. “Jujur nggak nyangka. Aduh Daus kecil-kecil begini, sudah bikin anak kecil. Masa anak kecil udah punya anak, “celoteh Daus menirukan ejekan dari saudara-saudaranya.

Pria dengan tinggi 107 cm dan berat tubuh 20 kg itu bermimpi punya anak laki-laki. Namun, dia mengaku siap jika dikaruniai anak perempuan.

“Wah, tanggung jawabnya bertambah deh. Jadi, nggak sembarangan. Musti giat kerja lagi, setidaknya buat beli susunya nanti,” tekad Daus. 

Meski istri tak mengidam, Daus malah ngidam dan minta yang aneh-aneh. 

“Alhamdulilah saya nggak ngidam. Justru dia (Daus) yang ngidam. Kalau ngidam kan bisa suaminya, istrinya juga, tapi kalau kami, dia yang ngidam,” ucap Yunita.

“Jadi dia pengen rujak, mangga, yang asem-asem” sambung Yunita. 

Daus pun heran dan baru paham ternyata ada juga suami yang ngidam padahal istrinya yang hamil. “Nggak tahu kenapa jadi gue yang ngidam. Waktu liburan di Anyer, siang-siang gue pengen banget rujak. Alhamdulillah ada yang nyariin,” pungkasnya. (rmol/jpnn) 
read more...
DPRD Siak
Blogger Bertuah