JAKARTA (RP) - Mulai 2013, para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tak lagi dipungut biaya SPP.
Sebagai ganti sumber pendanaannya, pemerintah telah menyiapkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengatakan, itu karena masalah wajib belajar sembilan tahun (Wajar 9 Tahun) di tahun 2012 diprediksikan sudah berjalan lancar. Sehingga, pemerintah akan mulai fokus pada Wajar 12 Tahun.
‘’Sekarang ini kan insya Allah urusan-urusan dasar yang berkaitan dengan pendidikan dasar SD-SMP bisa selesai lah. Yaitu yang pertama, yang terkait peserta didik. Kemarin itu biaya operasional kan masih belum cukup. BOS juga mengatasi 70-80 persen. Nah, 2012 kan sudah dinaikkan sekitar 30-40 persen untuk SD dan SMP. Karena itu, 2012 kita mulai fokus di jenjang yang lebih tinggi, yakni rintisan BOS untuk SMA, dan 2013 dipastikan BOS SMA sudah berjalan sepenuhnya,’ terang Nuh ketika ditemui di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Senin (26/9) sore.
Di dalam rencana Wajar 12 Tahun itu, lanjut Nuh, setidaknya ada beberapa kebutuhan yang harus dipersiapkan. Pertama, terkait peserta didik.
Masalah peserta didik itu yang paling berat dan jadi persoalan adalah masalah pembiayaan. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan anggaran Rintisan Wajar 12 Tahun meski belum disetujui dan harus dikonsultasikan dengan DPR.
‘’2012 nanti masih rintisan dulu, karena kita masih konsentrasi dengan masalah pendidikan dasar dulu. Begitu nanti program pendidikan dasar selesai di 2012, harapannya di 2013, Wajar 12 Tahun rintisannya sudah bisa selesai. Kita harap begitu. Jadi intinya yang menonjol adalah masalah pembiayaan,’’ jelasnya.
Kedua, jika angka partisipasi kasar (APK) anak-anak lulusan SMP kini hanya 70 persen, dan 30 persen tak melanjutkan ke SMA. Untuk menaikkan minimal 10 persen atau sekitar 900 ribu peserta didik baru, berarti harus ada penambahan ruang kelas. Sehingga nanti di 2013 yang harus dilakukan adalah penambahan kapasitas SMA maupun SMK. ‘’Sekaligus juga ini nanti tak hanya menambah kapasitas, tapi juga memperbaiki atau proporsi SMA dan SMK,’’ imbuhnya.
Mantan Menkominfo ini bercita-cita di tiap kecamatan-kecamatan harus ada SMA dan SMK Negeri baru. Di Indonesia ada sekitar 7.200 kecamatan.
‘’Tapi kan bukan berarti saat ini di kecamatan-kecamatan belum ada SMA/SMK. Sudah ada, tapi kan di daerah-daerah tertentu belum ada. Intinya targetnya nanti di tingkat kecamatan harus ada minimal SMA/SMK. Sekaligus juga, ruang yang kita bangun ada standarnya dan tak hanya ruang yang kita bangun untuk belajar. Ini sudah desain dan pendekatan baru. Sehingga ke depan itu genius. Sekolah itu enak. Kan yang nanti sekolah anak Anda juga. Demikian juga untuk guru dan lainnya,’’ paparnya.(cha/jpnn)
Sebagai ganti sumber pendanaannya, pemerintah telah menyiapkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengatakan, itu karena masalah wajib belajar sembilan tahun (Wajar 9 Tahun) di tahun 2012 diprediksikan sudah berjalan lancar. Sehingga, pemerintah akan mulai fokus pada Wajar 12 Tahun.
‘’Sekarang ini kan insya Allah urusan-urusan dasar yang berkaitan dengan pendidikan dasar SD-SMP bisa selesai lah. Yaitu yang pertama, yang terkait peserta didik. Kemarin itu biaya operasional kan masih belum cukup. BOS juga mengatasi 70-80 persen. Nah, 2012 kan sudah dinaikkan sekitar 30-40 persen untuk SD dan SMP. Karena itu, 2012 kita mulai fokus di jenjang yang lebih tinggi, yakni rintisan BOS untuk SMA, dan 2013 dipastikan BOS SMA sudah berjalan sepenuhnya,’ terang Nuh ketika ditemui di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Senin (26/9) sore.
Di dalam rencana Wajar 12 Tahun itu, lanjut Nuh, setidaknya ada beberapa kebutuhan yang harus dipersiapkan. Pertama, terkait peserta didik.
Masalah peserta didik itu yang paling berat dan jadi persoalan adalah masalah pembiayaan. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan anggaran Rintisan Wajar 12 Tahun meski belum disetujui dan harus dikonsultasikan dengan DPR.
‘’2012 nanti masih rintisan dulu, karena kita masih konsentrasi dengan masalah pendidikan dasar dulu. Begitu nanti program pendidikan dasar selesai di 2012, harapannya di 2013, Wajar 12 Tahun rintisannya sudah bisa selesai. Kita harap begitu. Jadi intinya yang menonjol adalah masalah pembiayaan,’’ jelasnya.
Kedua, jika angka partisipasi kasar (APK) anak-anak lulusan SMP kini hanya 70 persen, dan 30 persen tak melanjutkan ke SMA. Untuk menaikkan minimal 10 persen atau sekitar 900 ribu peserta didik baru, berarti harus ada penambahan ruang kelas. Sehingga nanti di 2013 yang harus dilakukan adalah penambahan kapasitas SMA maupun SMK. ‘’Sekaligus juga ini nanti tak hanya menambah kapasitas, tapi juga memperbaiki atau proporsi SMA dan SMK,’’ imbuhnya.
Mantan Menkominfo ini bercita-cita di tiap kecamatan-kecamatan harus ada SMA dan SMK Negeri baru. Di Indonesia ada sekitar 7.200 kecamatan.
‘’Tapi kan bukan berarti saat ini di kecamatan-kecamatan belum ada SMA/SMK. Sudah ada, tapi kan di daerah-daerah tertentu belum ada. Intinya targetnya nanti di tingkat kecamatan harus ada minimal SMA/SMK. Sekaligus juga, ruang yang kita bangun ada standarnya dan tak hanya ruang yang kita bangun untuk belajar. Ini sudah desain dan pendekatan baru. Sehingga ke depan itu genius. Sekolah itu enak. Kan yang nanti sekolah anak Anda juga. Demikian juga untuk guru dan lainnya,’’ paparnya.(cha/jpnn)

0 komentar: on "2013, SMA Bebas SPP"
Posting Komentar