PEKANBARU (RP) - Kontingen Riau berhasil meraih emas pertama Popnas XI melalui lewat cabang atletik di nomor jalan cepat 5 Km, Jumat (30/9) pagi.
Emas ini dipersembahkan Hakmali Sauda yang mencatat waktu tercepat 22.48.7 menit.
Emas kedua Riau diraih Asep Sutrisno dari cabang gulat kategori grego kelas 58 Kg yang dipertandingkan di Hotel Ratu Mayang Garden.
Dari cabang ini, hingga pertandingan malam tadi, pegulat Riau berhasil meraih satu emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Secara keseluruhan, kontingen Riau bercokol di posisi kedua klasemen sementara perolehan medali dengan raihan dua emas, lima perak dan satu perunggu.
Selain mencetus emas pertama Popnas XI, Riau juga merupakan kontingen pertama yang meraih perak juga dari jalan cepat 5 Km putra atas nama Ramdan yang mencatat waktu 23.18.7 menit. Perunggu nomor ini diraih Sulfakri dari Sulawesi Tenggara dengan waktu 24.11.00 menit.
��Tak hanya meraih emas, Hakmali Sauda juga memperbaiki catatan waktunya dari 24 menit jadi 22 menit. Begitu juga Ramdan, catatan waktunya meningkat dari 25 menit jadi 23 menit. Mudah-mudahan catatan waktu mereka terus meningkat,�� ujar pelatih jalan cepat Riau, Bahzaruddin pada Riau Pos, kemarin.
Pelatih atletik lainnya, Hasnor mengatakan, dalam partai yang berlangsung hari pertama di cabang olahraga (cabor) atletik, ada delapan medali yang diperebutkan, namun baru empat medali yang diberi ke atlet.
��Pihak tim wasit dan juri harus menandatangi lebih dulu hasil pertandingan baru bisa dipublikasikan, seharusnya semua selesai hari ini. Namun kita terkendala beberapa peralatan yang terlambat datang sehingga jadwal jadi sedikit tertunda,�� ujarnya.
Hari kedua besok, Ahad (1/10), kontingen Riau, diakui Hasnor masih berpeluang menyumbang medali di nomor tolak peluru putra dan lari 100 meter putra.
��Mudah-mudahan mampu dan bisa seluruh atlet mempersembahkannya demi Riau,�� sebutnya.
Dalam lomba yang dialaksanakan di Stadion Atletik Rumbai kemarin, Sulfakri sempat disebut-sebut akan jadi atlet pertama yang menyentuh garis finis.
Namun pada lap terakhir, Akmali Sauda berhasil memotongnya hingga berhasil jadi pemuncak. Selain satu emas dan satu perak di jalan cepat, atletik Riau juga meraih satu perak di lempar cakram putra atas nama Rama Wijaya.
Ketua Harian Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Riau, Bagus Santoso menyambut gembira hasil ini. ��Anak-anak tampil maksimal dan inilah hasilnya. Kami bangga dan berharap atlet lainnya juga berbuat hal yang sama,�� kata Bagus Santoso, usai mengalungkan medali yang didampingi Kepala Humas Edi Zulfikar.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Kontingen Riau di Popnas, Doni Aprialdi. ��Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bergembira. Riau jadi peraih medali emas dan perak pertama di Popnas ini. Mudah-mudahan ini jadi motivasi atlet cabang lainnya, tak hanya di atletik,�� ujarnya.
Setidaknya, dari beberapa atlet yang diturunkan di Popnas ini, atletik masih punya lima atlet andalan lainnya. Mereka juga ditargetkan meraih medali emas. Bagus yang juga anggota DPRD Riau janji memberi rangsangan ke atlet yang meraih medali, berupa bonus. Namun bentuknya apa, Bagus tak menyebutkannya. ��Bonus ada,�� janjinya.
Untuk terus meraih prestasi ke depannya, PASI Riau berencana mendirikan klub atletik. ��Program ini akan kita usulkan ke Pemprov Riau. Tahun 2012 nanti kita minta masukkan dalam anggaran. DPRD Riau akan berusaha untuk program ini,�� kata Bagus.
Sejauh ini Riau belum punya klub atletik. Sementara banyak potensi yang ada untuk berpeluang jadi atlet andalan. ��Daerah lain sebagian sudah ada jadi, Riau juga wajib ada. Apalagi kita mau PON,�� ujarnya.
Gulat Diluar Dugaan
Perolehan medali emas dari cabang gulat, dikatakan pelatih gulat Riau, Yuda Setya Nugraha didampingi asisten pelatih, Yanto, sangat diluar dugaan. Sebab kategori Grego yang dipertandingkan kemarin, tak menargetkan medali. Namun diakuinya semangat para atlet mampu menghasilkan perolehan yang sangat maksimal.
��Hasil ini tak terlepas dari semangat juang anak-anak, juga berkat dukungan suporter yang sangat banyak, sehingga menimbulkan kepercayaan diri bagi mereka,�� ujarnya usai pengalungan medali.
Pegulat Riau yang berhasil meraih medali selain Asep Sutrisno yang turun di kelas 58 Kg, adalah Yogi Esmemet kelas 46 Kg, Lagut Hamulian di kelas 63 Kg, dan Sendi Teguh Wibowo di kelas 69 Kg yang berhasil meraih perak, dan Indra Prayitno yang turun di kelas 50 Kg yang semuanya bermain di kategori Grego.
Asep Sutrisno yang kini duduk di bangku kelas 2 SMAN II Siak Hulu mengaku sangat bangga berhasil menyumbangkan medali bagi Riau, sebab ini merupakan medali emas pertamanya pada event berskala nasional.
��Semoga dengan medali ini, dapat menumbuhkan semangat kawan-kawan baik sesama pegulat, maupun atlet di cabor lain,�� jelasnya bangga sambil mengelap keringat di badan usai pertandingan. Asep berhasil mengalahkan pegulat Sumut di salah satu partai final kemarin.
Jatim Pimpin Klasemen
Hingga pukul 22:00 WIB tadi malam, kontingen Jawa Timur (Jatim) telah berhasil meraih dua medali emas.
Saat ini kontingen Jatim memimpin klasemen sementara perolehan medali. Medali emas Jatim diraih melalui Lompat Jangkit putri dan Lempar Cakram Putra.(das/*2)
Emas ini dipersembahkan Hakmali Sauda yang mencatat waktu tercepat 22.48.7 menit.
Emas kedua Riau diraih Asep Sutrisno dari cabang gulat kategori grego kelas 58 Kg yang dipertandingkan di Hotel Ratu Mayang Garden.
Dari cabang ini, hingga pertandingan malam tadi, pegulat Riau berhasil meraih satu emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Secara keseluruhan, kontingen Riau bercokol di posisi kedua klasemen sementara perolehan medali dengan raihan dua emas, lima perak dan satu perunggu.
Selain mencetus emas pertama Popnas XI, Riau juga merupakan kontingen pertama yang meraih perak juga dari jalan cepat 5 Km putra atas nama Ramdan yang mencatat waktu 23.18.7 menit. Perunggu nomor ini diraih Sulfakri dari Sulawesi Tenggara dengan waktu 24.11.00 menit.
��Tak hanya meraih emas, Hakmali Sauda juga memperbaiki catatan waktunya dari 24 menit jadi 22 menit. Begitu juga Ramdan, catatan waktunya meningkat dari 25 menit jadi 23 menit. Mudah-mudahan catatan waktu mereka terus meningkat,�� ujar pelatih jalan cepat Riau, Bahzaruddin pada Riau Pos, kemarin.
Pelatih atletik lainnya, Hasnor mengatakan, dalam partai yang berlangsung hari pertama di cabang olahraga (cabor) atletik, ada delapan medali yang diperebutkan, namun baru empat medali yang diberi ke atlet.
��Pihak tim wasit dan juri harus menandatangi lebih dulu hasil pertandingan baru bisa dipublikasikan, seharusnya semua selesai hari ini. Namun kita terkendala beberapa peralatan yang terlambat datang sehingga jadwal jadi sedikit tertunda,�� ujarnya.
Hari kedua besok, Ahad (1/10), kontingen Riau, diakui Hasnor masih berpeluang menyumbang medali di nomor tolak peluru putra dan lari 100 meter putra.
��Mudah-mudahan mampu dan bisa seluruh atlet mempersembahkannya demi Riau,�� sebutnya.
Dalam lomba yang dialaksanakan di Stadion Atletik Rumbai kemarin, Sulfakri sempat disebut-sebut akan jadi atlet pertama yang menyentuh garis finis.
Namun pada lap terakhir, Akmali Sauda berhasil memotongnya hingga berhasil jadi pemuncak. Selain satu emas dan satu perak di jalan cepat, atletik Riau juga meraih satu perak di lempar cakram putra atas nama Rama Wijaya.
Ketua Harian Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Riau, Bagus Santoso menyambut gembira hasil ini. ��Anak-anak tampil maksimal dan inilah hasilnya. Kami bangga dan berharap atlet lainnya juga berbuat hal yang sama,�� kata Bagus Santoso, usai mengalungkan medali yang didampingi Kepala Humas Edi Zulfikar.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Kontingen Riau di Popnas, Doni Aprialdi. ��Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bergembira. Riau jadi peraih medali emas dan perak pertama di Popnas ini. Mudah-mudahan ini jadi motivasi atlet cabang lainnya, tak hanya di atletik,�� ujarnya.
Setidaknya, dari beberapa atlet yang diturunkan di Popnas ini, atletik masih punya lima atlet andalan lainnya. Mereka juga ditargetkan meraih medali emas. Bagus yang juga anggota DPRD Riau janji memberi rangsangan ke atlet yang meraih medali, berupa bonus. Namun bentuknya apa, Bagus tak menyebutkannya. ��Bonus ada,�� janjinya.
Untuk terus meraih prestasi ke depannya, PASI Riau berencana mendirikan klub atletik. ��Program ini akan kita usulkan ke Pemprov Riau. Tahun 2012 nanti kita minta masukkan dalam anggaran. DPRD Riau akan berusaha untuk program ini,�� kata Bagus.
Sejauh ini Riau belum punya klub atletik. Sementara banyak potensi yang ada untuk berpeluang jadi atlet andalan. ��Daerah lain sebagian sudah ada jadi, Riau juga wajib ada. Apalagi kita mau PON,�� ujarnya.
Gulat Diluar Dugaan
Perolehan medali emas dari cabang gulat, dikatakan pelatih gulat Riau, Yuda Setya Nugraha didampingi asisten pelatih, Yanto, sangat diluar dugaan. Sebab kategori Grego yang dipertandingkan kemarin, tak menargetkan medali. Namun diakuinya semangat para atlet mampu menghasilkan perolehan yang sangat maksimal.
��Hasil ini tak terlepas dari semangat juang anak-anak, juga berkat dukungan suporter yang sangat banyak, sehingga menimbulkan kepercayaan diri bagi mereka,�� ujarnya usai pengalungan medali.
Pegulat Riau yang berhasil meraih medali selain Asep Sutrisno yang turun di kelas 58 Kg, adalah Yogi Esmemet kelas 46 Kg, Lagut Hamulian di kelas 63 Kg, dan Sendi Teguh Wibowo di kelas 69 Kg yang berhasil meraih perak, dan Indra Prayitno yang turun di kelas 50 Kg yang semuanya bermain di kategori Grego.
Asep Sutrisno yang kini duduk di bangku kelas 2 SMAN II Siak Hulu mengaku sangat bangga berhasil menyumbangkan medali bagi Riau, sebab ini merupakan medali emas pertamanya pada event berskala nasional.
��Semoga dengan medali ini, dapat menumbuhkan semangat kawan-kawan baik sesama pegulat, maupun atlet di cabor lain,�� jelasnya bangga sambil mengelap keringat di badan usai pertandingan. Asep berhasil mengalahkan pegulat Sumut di salah satu partai final kemarin.
Jatim Pimpin Klasemen
Hingga pukul 22:00 WIB tadi malam, kontingen Jawa Timur (Jatim) telah berhasil meraih dua medali emas.
Saat ini kontingen Jatim memimpin klasemen sementara perolehan medali. Medali emas Jatim diraih melalui Lompat Jangkit putri dan Lempar Cakram Putra.(das/*2)

0 komentar: on "Jalan Cepat Emas Pertama"
Posting Komentar