Tempatkan Text atau gambar disini
Masih Proses, Mohon Sabar
Sponsored By :Riau Bertuah.

Rabu, 21 September 2011

SBY: Tunggu Tanggal Mainnya - Riaupos.co.id

SBY: Tunggu Tanggal Mainnya - Riaupos.co.id

JAKARTA (RP) - Sinyal bakal dilakukan reshuffle (ubah susun kembali) jelang usia dua tahun Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua makin kuat.

Tak hanya dari orang-orang di lingkaran ring-1 Istana, meski singkat, pernyataan juga langsung keluar dari Presiden SBY.

Peristiwanya terjadi saat presiden hendak menerima pengurus pusat Yayasan Batik Indonesia (YBI) di Kantor Presiden, Selasa (20/9). Sambil menunggu tamu-tamunya datang, SBY sempat menyapa wartawan.

‘’Apa topik pers sekarang?’’ tanyanya. Wartawan yang hendak mengabadikan gambar presiden menerima tamu itu spontan menyahut, ‘’Reshuffle, Pak.’’ SBY pun menjawab singkat.

‘’Reshuffle, tunggu tanggal mainnya,’’ katanya lantas tersenyum. Tak lama berselang, rombongan YBI tiba di Kantor Presiden.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa yang ditemui terpisah lantas menjelaskan ekspresi yang ditunjukkan SBY mengenai ‘’tanggal mainnya’’ itu.

‘’Mengikuti gaya presiden itu, seperti film kan ada hari ini, segera, dan akan datang. Kalau ini, segera lah,’’ urainya.

Namun dia tak merinci persis waktu dari kata segera itu. Begitu juga saat ditanya berapa menteri yang bakal diganti atau digeser posisinya. Alasannya, hal itu ada di tangan presiden dan wakil presiden.

‘’Saya minta izin ke publik untuk tidak menyebut nama dan jumlah (menteri),’’ kata pengajar di Universitas Airlangga itu. Daniel mengatakan, presiden kini seperti sedang memprogram suatu proyek.

Ikhtiarnya, dengan menyiapkan tim yang siap untuk memikul suatu tugas baru, yaitu percepatan dalam tiga tahun ke depan. ‘’Kita akan lari dalam pengertian lari lebih cepat, lebih lama seperti maraton,’’ tuturnya. Pesan dari presiden bagi masyarakat adalah lebih optimis, positif, dan kritis.

Apa presiden akan mengurangi porsi Parpol dan menggantinya dengan profesional? Peraih doktor dari Flinders University, Australia itu menyebutkan, kini presiden dan wapres menjaga jarak dengan Parpol untuk menghasilkan keputusan terbaik.

‘’Sampai saat ini presiden belum melibatkan siapa-siapa, kecuali wapres. Dan pada waktu yang tepat akan juga melibatkan parpol,’’ terang Daniel. Menko Kesra yang juga Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono dan Menakertrans yang Ketua umum PKB Muhaimin mengamini belum ada pembicaraan dengan presiden terkait reshuffle.

‘’Belum ada pembicaraan,’’ kata Agung. ‘’Monggo, memang itu hak prerogatif presiden,’’ kata Muhaimin.

Menbudpar Jero Wacik yang anggota Dewan Pembina Demokrat, juga menyebut belum ada pembicaraan dengan Demokrat yang notebene partai asal SBY.

‘’Karena ketua Dewan Pembina-nya bapak presiden, Demokrat tak boleh ikut campur. Beliau tahu persis kader-kader Demokrat mana yang pantas jadi menteri,’’ katanya di Kantor Presiden.

Ditemui di gedung DPR, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan juga mengatakan Demokrat belum diajak bicara oleh SBY terkait reshuffle. ‘’Hak prerogatif itu, artinya nggak ada yang (harus) diajak (bicara). Itu perintah,’’ kata Syarief yang juga anggota Dewan Pembina Demokrat.

Karena itu, menurut dia, pertanyaan mengenai siapa saja yang akan masuk atau keluar kabinet hanya pantas dijawab SBY sendiri. ‘’Menteri-menteri itu pembantu presiden. Jadi, SBY yang menentukan kriterianya. Kalau presiden sudah bicara tunggu saja, ya kita tunggu saja. Semua itu tergantung presiden,’’ ujarnya.

Saat ditanya mengenai isu pergeseran dirinya jadi Menteri ESDM menggantikan Darwin Zahedy Saleh, Syarief sempat tergelak. ‘’Enakan mengurusi UKM. Tapi, yang namanya hak prerogatif itu ya tergantung komandan,’’ selorohnya.

Secara terpisah, Wasekjen DPP Demokrat Saan Musthopa mengakui sangat terbuka kemungkinan terjadinya penambahan atau pengurangan jatah kursi menteri dari mitra koalisi.

‘’Tapi, hanya presiden yang tahu pasti data-data siapa yang patut dipertahankan atau di-reshuffle itu,’’ kata Saan yang juga anggota Komisi III DPR, itu. Dia menambahkan presiden pasti akan mempertimbangkan semua masukan dari publik. Namun, saat ditanya, Parpol mana yang akan berkurang atau bertambah jatahnya, Saan mengaku belum tahu.

‘’Sampai hari ini saya masih belum dengar,’’ katanya.

Kisruh mengenai perombakan kabinet juga dapat perhatian dari kalangan pengusaha. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyampaikan pendapatnya ke Presiden SBY untuk segera memberi kejelasan tentang isu reshuffle.

Itu disampaikan Apindo saat bertemu Presiden SBY dan jajaran pemerintah di gedung Setneg, kemarin.

‘’Supaya menteri tenang. Kalau mau ada reshuffle ya reshuffle. Jangan membuat semua resah dan tak bisa bekerja karena semua menunggu-nunggu nasib,’’ kata Sofjan usai pertemuan.

Dalam pertemuan itu, kata dia, SBY menjawab dia menganalisa seluruh menterinya. Setelah dua tahun kerja kabinet, dinilai siapa yang mampu atau tak mampu, siapa yang terkena masalah, atau siapa yang sakit.

Keputusannya akan diambil bulan depan. ‘’Cuma apa yang beliau putuskan, beliau tidak mau kasih tahu kita. Tapi itu yang kita tanyakan, supaya ada kepastian, jangan kita diombang-ambing, kita nggak bisa kerja juga,’’ urai Sofjan.

Logistik 2014
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki pandangan beda terkait wacana reshuffle. PKS mencurigai Presiden SBY sengaja didesak-desak pihak yang berkepentingan menyiapkan modal untuk kampanye Pemilu 2014.

‘’Kami melihat gelagat isu (reshuffle, red) ini lebih berorientasi ke pengaturan logistik (Pemilu) 2014,’’ kata Sekjen DPP PKS Anis Matta, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9).

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut, dia mengiyakan, logistik yang dimaksud adalah dana atau modal. Dia menegaskan, semua wacana pergantian kabinet saat ini sesungguhnya telah dijadikan alat pihak tertentu untuk mempercepat proses penyiapan logistik itu.(fal/pri/dyn/jpnn)



Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "SBY: Tunggu Tanggal Mainnya - Riaupos.co.id"

DPRD Siak
Blogger Bertuah