Tempatkan Text atau gambar disini
Masih Proses, Mohon Sabar
Sponsored By :Riau Bertuah.
Tampilkan postingan dengan label Pro Otonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pro Otonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Arwin dan Tokoh Siak Dapat Penghargaan

SIAK (RB) - Duabelas tahun lalu, kala Siak telah melepaskan diri dari Kabupaten Bengkalis, tertanamkan oleh para tokoh masyarakat dan pejuang bertekad untuk memajukan serta membuktikan jika Siak bisa menjalankan otonomi yang diberikan.

Ibarat kapal berjalan, sudah jauh tertinggal dari kabupaten/kota yang telah mendahului. Kini, perubahan terlihat di sana-sini.

Mulanya, nama Siak jarang jadi pembicaraan, namun sekarang sudah diperhitungkan.

Tak heran dalam perayaan HUT ini ada hal yang beda dengan sebelumnya. Mantan pemimpin kepala daerah, DPRD, tokoh masyarakat dan pejuang dapat penghargaan untuk kali pertama.

Penghargaan yang diberikan ini merupakan wujud perhatian dari Pemkab pada mereka yang telah berjasa. Di antaranya, almarhum Wan Ghalib, almarhum Tengku Rafian, Arwin AS, Said Muhammad, Syarwan Hamid, Azaly Djohan dan lainnya yang berjumlah 30 lebih.

‘’Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semua,’’ kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, dalam pidatonya pada sidang paripurna HUT ke-12 Siak di gedung DPRD Siak, Rabu (12/10).

Di usia yang ke-12 ini walau tergolong masih belia, namun segala pencapaian program pemerintah di semua bidang menunjukkan hasil yang gemilang. Namun juga tak dimungkiri, dalam tiap program yang dijalankan perlu dievaluasi untuk perbaikan ke depan.

Perayaan HUT ini tak hanya dijadikan momentum hiburan dan suka ria, tapi lebih menitikberatkan pada perenungan dan evaluasi diri sudah sejauh mana upaya yang telah dilaksanakan dalam penyelenggaraan tugas dan pemerintahan.

Bagi pemerintah, lanjutnya, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan untuk mensejahterakan adalah tujuan utama.

Pemerintah akan terus dan terus berusaha mewujudkan cita-cita yang tertuang dalam visi pembangunan yakni, ‘’Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Siak yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis dan Berbudaya Melayu serta Kabupaten Siak sebagai Kabupaten dengan Predikat Pelayanan Publik Terbaik di Riau tahun 2016'’.

Selama 12 tahun perjalanan Siak, terungkap pencapaian yang telah dilakukan dalam agenda pertama. Yakni pemberdayaan ekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan landasan pembangunan daerah. Sidang paripurna HUT ke-12 Siak ini berlangsung khidmat. Semua tokoh masyarakat, pejuang dan para Muspida hadir.

Namun, sebelum Syamsuar menyampaikan pidatonya, lebih dulu Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal yang memimpin sidang menyampaikan kilas balik perjalanan Siak dari awal sampai sekarang. Menurutnya, Siak hari ini beda dari kemarin dan terus mengalami kemajuan.

Para pemimpin sebelumnya yakni almarhum Tengku Rafian dan Arwin AS telah menapakkan pondasi dan melakukan perubahan mendasar di Siak. ‘’Kita pantas berbangga dan berterima kasih pada mereka,’’ sebutnya.

Dalam menjalankan kesinambungan pembangunan, tak hanya bertumpu pada pemerintah semata. Masyarakat, swasta ikut andil di dalamnya. Kemajuan suatu daerah tak lepas dari peranan semua unsur, dan ini sudah tebukti. Jika dibandingkan Siak dengan kabupaten/kota lainnya di Riau, bisa dikatakan naik setingkat.

‘’Pencapaian-pencapaian sekarang ini merupakan bentuk komitmen kita bersama,’’ ujar politisi PAN ini. Ke depan, hal-hal seperti ini terus ditingkatkan. Komitmen pemerintah dalam menjalankan pemerintahan dan juga program kerja harus berorientasi pada masyarakat.

Doa Sejenak
Saat hendak menyampaikan pidato HUT Siak, Syamsuar lebih dulu mengajak para hadirin untuk berdoa dan membaca surat Al-Fatihah pada mantan bupati dan Ketua DPRD Siak, almarhum Tengku Rafian dan mendiang Chairuddin Yunus.

Setelah itu, ia mengajak kembali melakukan hal serupa, karena di balik perayaan ini, masyarakat Siak berduka. Sebab telah dipanggil Yang Maha Kuasa, ibunda mantan Bupati Siak Arwin AS, Hj Latifah.

Bergerak Naik
Di paripurna kemarin, dengan suara lantang Syamsuar membacakan satu per satu hasil pencapaian Siak selama 12 tahun meliputi semua bidang lebih kurang satu jam lama.

Untuk pertumbuhan ekonomi, catatan BPS menyebutkan, tumbuh positif yaitu 7,15 persen di 2009 7,36 persen di 2010. Tingkat pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dari Riau yang 6,5 persen di 2009 dan 7,16 persen di 2010. Pendapatan per kapita dari tahun ke tahun juga meningkat. Tahun 2009 Rp52,37 juta per kapita dan Rp62,05 juta per kapita di 2010.

Sementara untuk rumah tangga miskin (RTM) terjadi penurunan 6,31 persen dari 14.929 RTM tahun 2005 jadi hanya 14.043 RTM tahun 2008. Indeks pembangunan manusia dari hanya 73,50 tahun 2005 meningkat jadi 75,64 tahun 2008. ‘’Bila dikaitkan dengan klasifikasi yang dikeluarkan BPS-UNDP, tingkat kesejehteraan tergolong menengah keatas,’’ sebutnya.

Faktor lain yang dapat menggambarkan pencapaian positif adalah ketenteraman dan kualitas kehidupan masyarakat yang senantiasa aman dan terkendali. Tapi di balik pencapaian yang diraih, masih ada persoalan dan hambatan.

Di antaranya infrastruktur di pedesaan masih terbatas, tingkat pertumbuhan penduduk relatif tinggi 4,30 persen, penyebaran penduduk tak merata, kualitas SDM masih rendah dan tingginya angka pengangguran sebesar 4.016 orang dan 6,49 persen masyarakat di bawah garis kemiskinan. ‘’Ini tentu jadi tugas kita semua menyelesaikannya,’’ kata Syamsuar.

Di sisi lain, lanjutnya, upaya ke depan yang dilakukan Pemkab adalah mengedepankan program prioritas yang telah dicanangkan. Di antaranya, program ketenagakerjaan, melalui perlindungan dan revitalisasi BLK serta pelatihan kerja sesuai pasar.

Program reformasi birokrasi dan optimalisasi pelayanan publik juga dapat dilakukan dengan melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih KKN serta meniadakan pungutan liar dan program lainnya.

Momen Evaluasi
Usia 12 tahun masih tergolong belia. Namun jika dilihat dari pencapaian dapat mencerminkan kemajuan dan menunjukkan perubahan yang berarti. Terlebih pasca-otonomi daerah yang dilakukan pemerintah, Siak begitu lincah mengejar ketertinggalan dari kabupaten/kota lain di Indonesia maupun di Riau.

‘’Makna 12 tahun ini tentu jadi momentum untuk mengevaluasi ke depannya,’’ kata Wakil Bupati Siak Drs Alfedri MSi, usai perayaan sidang paripurna.

Menurutnya, tonggak dan tapak pembangunan Siak kini sudah dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya, tinggal lagi pemimpin sekarang melanjutkan.

Buah pembangunan yang ada kini merupakan dukungan semua elemen masyarakat. ‘’Usia 12 tahun ini, dalam ukuran manusia masih remaja, tentu harus memaksimalkan untuk kemajuan,’’ sebutnya.

Siak hari ini, lanjutnya, tak sama sewaktu bergabung dengan kabupaten induk Bengkalis. Siak memiliki visi misi dalam mewujudkan impiannya. Perubahan yang ada kini jadi motivasi untuk ditingkatkan kembali. Tak ada yang tak bisa dilakukan, asal semua elemen masyarakat bahu membahu dan berkomitmen memajukan Siak dan mensejahterakan masyarakat.

‘’Pemkab mengajak untuk meningkatkan motivasi dalam menjadikan Siak Gemilang, Cemerlang dan Terbilang,’’ harapnya.

Tokoh masyarakat Siak Letjen (Purn) Syarwan Hamid mengakui Siak banyak mengalami perubahan fundamental. Lihat saja Siak hari ini dengan kemarin jauh beda bagai siang dan malam. Perubahan ini patut disyukuri dan ditingkatkan.

‘’Alhasil saat ini Siak berhasil berdiri sendiri,’’ pujinya.(aal) 
read more...

JCH Riau Ziarah ke Makam Rasulullah

Rombongan jamaah calon haji (JCH) Riau mulai melaksanakan ziarah ke tempat-tempat penting dari sejarah awal penyebaran Islam di Saudi Arabia.

Pekanbaru (RB) 
Rombongan jamaah calon haji (JCH) Riau mulai melaksanakan ziarah ke tempat-tempat penting dari sejarah awal penyebaran Islam di Saudi Arabia. 

Dalam ziarah itu, jamaah yang tergabung dalam Kloter 6, 7 dan 8 berkesempatan mengunjungi makam Rasulullah dan dua sahabat Abu Bakar Siddik dan Usman bin Affan.

Makam itu berada di bawah kubah hijau Masjid Nabawi. Serta dilengkapi ziarah ke makam istri Rasulullah, Aisyah di pemakaman Baqi Madinah.

‘’Pagi semalam telah dilaksanakan ziarah ke makam Rasulullah dan diakhiri dengan kunjungan ke kompleks pemakaman Baqi,
tempat istri-istri rasulullah dan para sahabatnya,’’ ungkap Ketua Kloter 8 JCH Riau, Syahruddin di Madinah melalui Panitia Haji Kementerian Agama (Kemenag) Riau, Mahyudin, Rabu (12/10).

Pada Rabu (12/10) pagi kemarin, jamaah kembali berziarah ke Masjid Quba, Qiblatain, Syuhada Uhud dan Khandaq serta mengunjungi pasar kurma di Madinah. ‘’Alhamdulillah, jamaah Riau yang tiba di Madinah sehat semua,’’ ungkap Mahyudin.

Menurutnya, sampai kini belum ada jamaah yang mengeluh atau dirawat inap di Madinah maupun di Asrama Haji Batam. Hingga Rabu (12/10), sudah enam Kloter JCH Riau yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sedang yang menunggu keberangkatan sebanyak enam Kloter yaitu Kloter, 12, 13, 14, 15, 16 dan 23. JCH Kloter 23 yang masuk gelombang kedua akan diberangkatkan dari Hang Nadim-Jeddah pada 24 Oktober 2011 pukul 10.00 WIB dan tiba pukul 15.00 waktu setempat.

Kamis (13/10) pagi ini, Kloter 13 tiba di Asrama Haji Batam pukul 10.00 WIB dan lepas landas dari Hang Nadim, Jumat (14/10) pukul 10.00 WIB. Jika tak ada kendala, JCH akan tiba di Tanah Suci pukul 14.50 waktu setempat. Sementara JCH Kloter 12 yang telah tiba Rabu (12/11) telah menempati Asrama Haji Batam dalam kondisi sehat.

Patuh
Sementara itu, untuk para JCH, terutama yang sudah mulai masuk ke Makkah, pemerintah Indonesia mengimbau supaya bisa berperilaku terpuji ketika menjalani ibadah di dalam Masjidil Haram.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Sairozy Dimyati pada Humas Kemenag menuturkan, para JCH yang sudah di Makkah dan siap menjalankan ibadah di Masjidil Haram harus membaca dengan seksama setiap aturan yang sudah dipasang.

Sairozy menuturkan, pemerintah Saudi sudah mengeluarkan imbauan tertib beribadah dalam bentuk reklame di sekitar Masjidil Haram. ‘’Isi imbauannya beragam,’’ katanya. Mulai dari disiplin meninggalkan pemondokan hingga tata tertib di dalam Masjidil Haram.

Di antara imbauan yang diserukan seperti, jamaah diharap sudah memastikan peralatan listrik, termasuk kompor gas di masing-masing pemondokan.

‘’Pemerintah setempat berharap, jamaah yang menuju Masjidil Haram dalam kondisi tenang dan aman,’’ lanjut Sairozy.

Khusus untuk aturan di dalam Masjidil Haram, menurutnya hampir sama dengan aturan di masjid-masjid Tanah Air. Di antaranya, bersikap baik dengan tak bersenda gurau selama di dalam masjid.

Juga dilarang duduk di lorong dan anak tangga. Sairozy juga berpesan supaya jamaah bersikap santun dengan memberi kesempatan beribadah ke jamaah yang sakit atau cacat.

Yang paling jadi perhatian, lanjutnya, adalah larangan memotret di dalam masjid atau di jalur ibadah tawaf. Jika sampai ketahuan asykar atau penjaga keamanan masjid, ponsel atau kamera yang digunakan akan disita.

Tiap masuk masjid, petugas akan memeriksa isi tas yang dibawa jamaah. Jika ditemukan kamera atau ponsel berkamera, petugas minta jamaah tak menggunakannya untuk memotret selama di dalam masjid.

Di samping memberlakukan aturan pelaksanaan ibadah haji yang ketat, pemerintah Saudi kini mengembangkan moda transportasi trem untuk mengangkut jamaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram.

Dikabarkan media lokal arabnews.com, proyek trem yang digarap Saudi ini akan menghubungkan Kudai, Rusaifa, dan Tan’im ke Masjidil Haram melalui 12 jalur monorel. Pada musim haji, proyek ini bakal disambut baik karena bisa mengatasi persoalan transportasi yang kerap macet.

Direktur Center of Research Excelence dari Universitas Ummul Qura Makkah Adnan Gutub menjelaskan, sistem transportasi trem ini jadi pundukung sarana transportasi yang ada.

Dia menekankan, proyek ini bakal berjalan lancar karena posisi Masjidil Haram yang dikelilingi titik-titik pemberangkatan trem.

‘’Sistem ini sangat ekonomis dan mampu mengurangi kemacetan di jalan,’’ katanya di situs arabnews.com. Adnan Gutub berharap, pemerintah Saudi bisa segera menjalankan pengembangan moda transportasi ini. Mengingat, diperkirakan pada 2025 nanti total JCH yang memadati Masjidil Haram diprediksi mencapai 17 juta. Sebagai catatan, untuk musim haji tahun ini diperkirakan ada 4 juta jiwa umat muslim yang tersedot ke Masjidil Haram.(ilo/wan/jpnn) 
read more...

Senin, 03 Oktober 2011

Pakar Lingkungan Dunia Bahas Cagar Biosfer di Riau

PEKANBARU (RP)- Puluhan pakar lingkungan di dunia dijadwalkan hadir dan membahas beberapa isu lingkungan di South-South Cooperation (SSC) di Riau.

Pembahasan difokuskan pada upaya pelestarian lingkungan dengan objek Man and Biosphere (MaB), seperti salah satu biosfer istimewa di Riau yang telah jadi sorotan dunia, yakni Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSK-BB).

Hal itu diungkapkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP saat ditemui Riau Pos dalam makan malam bersama Tim UNESCO dan kontingen South-South Cooperation di Hotel Labersa, Senin (3/10) malam.

‘’Persiapan sudah matang. Beberapa pakar lingkungan dunia dan tamu dari UNESCO sudah hadir,’’ ungkap Gubri.

Tokoh ilmuan dunia yang akan menyusun rekomendasi bersama untuk pelestarian lingkungan antara lain Perwakilan UNESCO di Jakarta, Robert Lee, akademisi dari University Para Brazil, Prof Luis E Aragon, akademisi University Kyoto Prof Mizuno, Ketua LIPI Prof Dr Lukman Hakim bersama Prof Dr Bambang Prasetya, Prof Dr Arief Rahman dan puluhan akdemisi serta pemerhati lingkungan yang berkompeten di bidangnya.

Gubri menambahkan, kegiatan yang bernilai positif dalam memberi edukasi tentang lingkungan ini juga berfungsi mempromosikan potensi sumber daya alam Riau yang masih tergolong asri dan lestari. Ini dinilai menjadi wujud komitmen Pemprov Riau untuk mewakili Indonesia dalam upaya pelestarian lingkungan.

‘’Kita berharap kegiatan ini memberi kontribusi positif dalam mendukung komitmen Riau untuk mengkonservasi Biosfer Giam Siak Kecil. Akan banyak masukan yang kita peroleh dari kegiatan ini. Karena selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga berkorelasi dengan semangat pelestarian budaya dan optimalisasi masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungan,’’ tutur Gubri didampingi Ketua Panitia Lokal SSC Fadrizal Labay.

SSC kali ini mengusung tema The Three Major Tropical Suistainable Development Humid Regions in The World atau pembangunan berkelanjutan menjadi perhatian ekstra dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Dia menambahkan, Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan dijadwalkan menghadiri perayaan pembukaan South-South Cooperation (SSC) 4 Oktober di Hotel Labersa.

‘’Salah satu komitmen kita adalah menyosialisasikan cagar biosfer yang kini sudah jadi perhatian internasional. Selain bermanfaat di bidang akademis, ini akan berpotensi untuk pengembangan karbon dalam program REDD+ yang jadi isu aktual di bidang lingkungan,’’ tuturnya.

Soal rangkaian kegiatan, lanjut Gubri, workshop South-South Cooperation (SSC) dilaksanakan dengan beberapa rangkaian kegiatan. Seperti menjalin kerja sama penelitian dan pengembangan cagar biosfer.

Selain pembahasan di bidang akademis, SSC juga akan meninjau beberapa objek, seperti di biosfer Giam Siak Kecil hingga ke tingkat budaya, yakni Istana Siak.

‘’Sudah ada beberapa akademisi di Riau yang melakukan riset tentang Biosfer Giam Siak Kecil. Kita juga telah mendukung upaya untuk berperan di masa yang akan datang tersebut,’’ paparnya.

Untuk diketahui, selain negara Selatan-Selatan yakni Brazil, Indonesia dan Kongo, SSC juga akan dihadiri negara-negara ASEAN, Cina, Jepang dan beberapa negara lain yang peduli dengan pelestarian dan isu lingkungan.(rio)
read more...

Seluruh Jantung Siti Sudah Dalam Rongga Dada

JAKARTA (RP) - Melalui operasi tahap kedua yang dilakukan pekan lalu, tim dokter Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita berhasil memasukkan seluruh jantung Siti Arrahmah, bayi penderita ectopia cordis (naked heart) ke dalam rongga dada yang tadinya baru 50 persen.

‘’Sekarang jantungnya (Siti Arrahmah) sudah masuk seluruhnya ke dalam rongga dada setelah melalui operasi tahap kedua pekan lalu,’’ ujar Ketua tim dokter yang mengurus Siti, dr Rudy Firmansyah dalam jumpa pers di RSAB Harapan Kita, Jakarta, Senin (3/10).

Meski demikian, keberhasilan memasukkan jantung Siti menyisakan masalah tersendiri. Sebab dokter harus membuang sebagian tulang iga dan tulang dadanya yang tentu akan membuat pernapasannya bermasalah saat dia tumbuh dewasa.

‘’Ini (jantung, red) pada operasi pertama kan tidak bisa dimasukkan seluruhnya ke dalam, karena tidak cukup ruang di mana jantung berada. Namun ketika tulang iga dan tulang dadanya diambil, baru jantungnya bisa masuk ke dalam. Memang pernafasannya akan terganggu,’’ terang Rudi didampingi Dirut RSAB Harapan Kita, Hermien Wijayati.

Pilihan dokter untuk mengambil putusan itu, lanjutnya, bukan tanpa alasan, tapi sudah dipertimbangkan secara matang. Salah satunya untuk mencegah terjadinya infeksi yang tentu saja lebih mengancam jiwa bayi pasangan Khaerudin dan Diana tersebut.

‘’Jika jantungnya tetap dibiarkan berada di luar tubuh, risiko infeksinya sangat tinggi,’’ jelasnya.

Rudy menyatakan, secara umum kondisi Siti masih stabil dan sudah ada perbaikan, sejak jantungnya dimasukkan seluruhnya ke dalam rongga dada. Tekanan darahnya normal, denyut jantungnya cukup stabil.

‘’Namun Siti masih belum bisa lepas dari bantuan alat pernafasan (ventilator). Tapi sudah bisa dikurangi,’’ tukasnya.

Mengenai operasi terhadap kelainan pada sekat dan pembuluh jantung Siti, sebut Rudy, baru akan dilakukan saat usianya menginjak 9 atau 12 bulan.

Mulai Diberi ASI
Menurut Rudy, sejak Jumat (30/9) pekan lalu, Siti sudah mulai diberi air susu ibu (ASI) setelah ibunya, Diana tiba di RSAB Harapan Kita. Diharapkan, itu bisa membuat daya tahan tubuh Siti lebih kuat.

‘’Pada Kamis (29/9) pekan lalu ibunya (Siti) sudah di RSAB Harkit. Pada Jumatnya sudah bisa memberi ASI melalui selang, karena mulutnya masih terhubung dengan ventilator,’’ terang Rudy yang pada pemaparan kali ini tak bisa dihadiri kedua orangtua Siti dengan alasan sudah cukup memberi informasi tentang anaknya itu.

Namun, lanjut Rudy, jumlah ASI yang diberi belum seberapa banyak dan masih dibatasi mengingat sejak lahir belum pernah disusui sehingga dikhawatirkan lambungnya belum siap.

‘’Saat ini ASI hanya diberi 1 cc tiap sekali tiga jam. Jika nanti lambungnya sudah benar-benar siap menerima ASI dengan baik, baru ditingkatkan,’’ tukasnya.

Meski sudah banyak perkembangan terhadap kesehatan Siti, Rudy tetap minta semua pihak selalu mendoakan agar Siti bisa tetap bertahan hidup lebih lama. Karena sebelumnya, bayi yang punya kelainan yang sama dengan Siti di RSAB Harapan Kita tak bisa bertahan lebih dari satu bulan.(yud) 
read more...

In Memoriam Ketua KPU Riau, Raja Syofyan Samad

Santun, Sinergikan Akademis Politis
 
 In Memoriam Ketua KPU Riau, Raja Syofyan Samad
 
LEPAS JENAZAH: Keluarga besar Raja Syofyan Samad sebelum melepas jenazah untuk dikebumikan di TPU Kartama, Senin (3/10/2011). foto: cf2/said mufti/riau pos


 
Laporan MARRIO KISAZ, Pekanbaru marrio-kisaz@riaupos.com

Satu lagi, Bumi Lancang Kuning kehilangan tokoh fenomenal yang telah banyak berkontribusi di Riau. Ketua KPU Riau, Raja Syofyan Samad yang dikenal santun dan bersahaja itu wafat di Rumah Sakit Bina Kasih, Senin (3/10) siang.

Gerimis yang turun Senin (3/10) siang seakan jadi saksi Riau berduka akan kehilangan salah seorang tokoh akademisi yang telah menelurkan ide-ide kreatifnya di bidang sosial dan politik.

Setelah berpuluh tahun mengabdikan diri di lingkungan akademis, tak menghentikan niat pria kelahiran Simandolak, Kuantan Singingi, 17 Februari 1947 itu untuk mengembangkan diri. Ini terbukti dengan pengabdiannya menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau hingga akhir hayatnya.

Wafatnya pria yang dikenal santun, bersahaja dan sangat bersahabat itu menimbulkan duka yang dalam bagi Riau. Figur yang selama ini dinilai berhasil memecahkan mitos tentang akademisi dan politik yang saling bertolak belakang.

Itu terlihat dengan keberhasilannya menghubungkan ilmu akademis dengan bidang politik, sehingga dapat saling melengkapi dalam bentuk karya dan ide kreatif.

Perasaan kehilangan mantan Dekan Fisipol Unri juga dirasakan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP. Menurutnya, Syofyan merupakan figur yang aktif dalam keorganisasian.

Begitu juga di lingkungan kampus. Bahkan Gubri mengaku bangga dengan pria yang gemar bertopi itu. Sebab selain merupakan tokoh yang profesional dalam bekerja, mendiang juga dikenal senang memberi dan menerima masukan untuk perkembangan Riau.

‘’Belum lama ini saya sempat jumpa dengan Pak Syofyan. Beliau terlihat sehat. Saya lupa pastinya, tapi itu mungkin terakhir kali saya bertemu. Saya bangga dengan pribadinya yang murah senyum dan pekerja yang handal,’’ tutur Gubri saat melayat di rumah duka di Perumahan Beringin Indah Kelurahan Sidumulyo Timur Marpoyan Damai, Senin (3/10).

Menurut Gubri, dua periode memimpin KPU menunjukkan keberhasilan Syofyan di mata masyarakat, baik di dunia politik maupun di bidang akademis.

‘’Kita sangat kehilangan tokoh yang telah banyak berkontribusi untuk Riau. Karena itu, saya mengharapkan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menerima cobaan ini,’’ ujar Gubri yang ikut menyalatkan jenazah. Rumah duka terlihat dipadati sanak keluarga dan pelayat yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat.

Pegawai negeri sipil, akademisi, hingga tokoh masyarakat dan tokoh politik terlihat datang menyampaikan bela sungkawa.

Seperti mantan Gubernur Riau, Saleh Djasit yang menilai figur Syofyan merupakan pribadi yang terbuka dan figur orang tua yang jadi panutan keluarga. Menurutnya, banyak pengalaman dan pesan yang dapat dipetik dari sejarah hidup dan sikap tokoh yang telah jadi ketua KPU sejak 2003 itu.

Hal senada dirasakan salah seorang rekannya di KPU, Edi Sabli. Menurut Edi, Syofyan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan santun, serta sangat bijak. Kondisi itu karena latar belakang mendiang sebagai akademisi.

‘’Selain murah senyum. Dia juga kebapakan dan dapat jadi contoh. Sepeninggal beliau, kita merasa kehilangan. Namun kita harus meneruskan kelembagaan untuk menjaga kondisi politik di Riau,’’ tegasnya.

Pria berkulit putih itu memiliki karier yang cukup cemerlang. Dia pernah menjabat anggota DPRD Riau periode 1972-1977, Dekan Fisipol 1994-2001, Ketua Jurusan Hubungan Internasional Unri dan beberapa organisasi lainnya.

Almarhum meninggalkan istri, Tengku Arifini, empat anak dan empat cucu. Setelah disalatkan di Masjid Al Furqon, jenazah dikebumikan di TPU Kartama RW VI Kelurahan Sidumulyo Timur Marpoyan Damai.

Keluarga juga mengaku tak mendapat tanda-tanda khusus dari orangtua yang jadi figur yang sangat disegani di keluarga. Hanya, banyak sekali sikap dan pribadi positifnya yang jadi suri tauladan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Syofyan wafat di RS Bina Kasih Pekanbaru pukul 12.10 WIB. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Syofyan sempat dibawa ke RS Awal Bros. Karena kondisi ICU sedang penuh, almarhum dirujuk ke  Bina Kasih.

Menurut Kepala Ruangan ICU RS Bina Kasih, Eva Juwita, Syofyan mulai dirawat di Bina Kasih sejak, Jumat (30/9) dinihari pukul 01.00 WIB. Pasien sempat mengalami beberapa gejala seperti cadel, badan sebelah kiri lemah, hingga mengalami penurunan kesadaran.

Menurut Eva, pengobatan yang dilakukan di RS Bina Kasih berasal dari rujukan RS Awal Bros. Di mana dokter yang merawat di Awal Bros, dr Antar, sudah melakukan scanning, Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB.

‘’Hasil scanning, sudah ada pembuluh darah di otak yang pecah. RS menyatakan tak bisa dilakukan tindakan lagi. Karena ICU Awal Bros penuh, maka dirujuk di sini. Sebagai langkah pertolongan pertama, kami memberi alat bantu pernafasan hingga wafat pukul 12.10 WIB,’’ ungkapnya.***
read more...

Minggu, 02 Oktober 2011

Apresiasi Karya Budayawan

PEKANBARU (RP)-Rangkaian acara temu penyair Korean-ASEAN Poets Literature Festival (KAPLF) 2011 II tidak hanya diisi dengan pembacaan puisi, esai dan juga kolokium semata.

Panita pelaksana juga mengajak peserta untuk melihat pelaksanaan iven tahunan penganugerahan bagi seniman, budayawan yang aktif dan terus berkarya dalam bidangnya, yakni Augerah Sagang.

Ketua Yayasan Sagang, H Kazzaini Ks. mengungkapkan, anugerah Sagang 2011 itu sendiri dilaksanakan Jumat (28/10) malam di Hotel Pangeran Pekanbaru. Dalam acara itu, mereka yang terplih dari hasil seleksi dewan juri dinobatkan sebagai penerima anugerah dari masing-masing kategori.

Pihaknya sendiri telah menetapkan tujuh kategori pada anugerah Sagang. Yakni anugerah untuk seniman/budayawan

pilihan, kedua buku pilihan, ketiga karya non buku pilihan. Kemudian yang keempat karya institusi atau lembaga senin budaya, kelima seniman serantau, keenam karya jurnalisitik budaya dan ketujuh, penelitian budaya.

“Penilaian bagi mereka dilakukan secara selektif oleh dewan juri, kemudian baru ditetapkan beberapa nominator. Dari nominator ini panitia membahasnya kembali, namun sebelum diputuskan terlebih dahulu ada uji publik dengan melibatkan masukan dan saran dari masyarakat,” katanya.

Dari acara ini, lanjutnya panitia ingin memberikan suguhan pada peserta akan apresiasi yang diberikan pada seniman dan budayawan. Dari sini tentunya peserta dapat mengambil hikmah bagaimana menghargai hasil karya yang bergelut di bidang seni dan budaya.

“Ini merupakan rangkaian dari temu penyair. Mereka tak hanya baca puisi dan esai, mengunjungi tempat ikon kebudayaan, tapi melihat bagaimana apresiasi bagi karya yang dihasilkan oleh para budayawan dan seniman,” katanya Sabtu (1/10) di Pekanbaru.

Nama “sagang” sendiri adalah nama sepotong kayu kecil, dengan diameter sekitar 2-3 cm saja, yang digunakan untuk menjadi penyangga bumbungan rumah di kawasan pantai. Kayu kecil itu dipasang melintang diagonal pada bentangan atap rumah. Gunanya untuk menjaga keseimbangan bila terjadi terpaan angin rebut.

Masyarakat nelayan biasa menyebutnya Sagang Barat, karena kayu kecil itu sangat bejasa dalam meredam goncangan angin barat turun bagai rebut dikawasan pantai.

Diperahu-perahu nelayan pun, kayu kecil ini, dipakai penyangga atau penyokong yang dipasang diagonal pada bentangan layar, untuk menjaga bentangan layar agar senantiasa terbuka dalam menerima tiupan angina, agar perahu melaju dan tetap tenang.

Filosofinya adalah, sagang merupakan simbol dari semangat untuk menjadi penyangga, mendorong dan menggerakkan semangat kreativitas budaya Melayu. Sagang adalah symbol dari semangat yang tak kenal menyerah, semangat yang tidak gentar betapapun hebat tantangan yang dihadapi.(aal)
read more...

Jumat, 30 September 2011

Mencari Alur, Mengejar Bono

Melihat Perkembangan Objek Wisata Gelombang Bono Kuala Kampar


Laporan ANDI NOVIRIANTI, Teluk Meranti andinoviriyanti@riaupos.co.id

Keberanian para peselancar dunia bermain-main di atas gelombang bono, berlahan mengikis ketakutan masyarakat di pesisir Kuala Kampar. Bahkan kini, ada wahana wisata baru yang bisa digarap.

Namanya bermain bono. Ia layaknya permainan adu nyali, yakni naik speedboat di atas gelombang bono sembari menyaksikan kepiawaian para peselancar.

Tapi hati-hati mencoba permainan ini. Kalau nakhodanya tak ahli mencari alur atau speedboat tiba-tiba rusak, maka maut tantangannya.

Rabu (28/9) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Tiba-tiba Riau Pos yang baru terlelap tidur merasa tempat tidur bergoyang.

Lalu terdengar suara air seperti bergolak di bawah lantai kamar. Semakin lama golakan air itu semakin kuat. Itulah bono yang terjadi di malam hari, seperti yang diceritakan David Badalec pada Riau Pos beberapa jam sebelumnya.

David bercerita, tengah malam kemarin (27/9), ia mendengar bunyi dentuman air. Buuum, ujarnya sembari membuka telapak tangan di depan dadanya. Gelombang bono, katanya, selain terjadi di siang hari juga terjadi di tengah malam.

��Saat gelombang bono terjadi malam tadi, saya dibangunkan David untuk mendengar gemuruh gelombang itu. Tapi saya mengantuk sekali, jadi tak mendengarnya,�� ujar Lynn Wanie, istri David yang ada di dekatnya.

Menurut Hisyam Setiawan dari River Defender, kelompok pecinta sungai yang ikut mengorganisasi pengembangan wisata bono, Jumat (30/9), dentuman dan gelombang bono yang didengar dan dirasakan David dan Riau Pos terjadi akibat pertemuan arus.

��Bono terjadi karena pertemuan arus pasang laut Selat Melaka dan arus Sungai Kampar. Di tambah dengan penyempitan yang terjadi di perairan Pulau Muda,�� ujar pria yang ikut bersama Antony Colas, penemu pertama perairan bono untuk berselancar September 2010 silam.

Gelombang bono bersifat merusak. Apa saja yang dihantamnya akan tergulung. Kapal dibuatnya karam. Bibir sungai dibuatnya runtuh. Itu sebabnya gelombang bono juga dikenal sebagai tsunami kecil.

Menurut cerita Ruzi Hartono (27), masyarakat setempat yang jadi nakhoda speedboat yang Riau Pos tumpangi dan ikut bermain bono, beberapa pendatang pernah dibuat kalang kabut karena bono. Mereka mengira itu tsunami.

��Waktu itu, ada pendatang yang bekerja memasang tower salah satu provider seluler. Mereka menginap di rumah yang ada di bibir sungai. Begitu mendengar suara bono, mereka berhamburan ke luar rumah dan beberapa di antaranya memanjat pohon. Masyarakat sekitar tertawa melihat mereka. Lalu dijelaskanlah bahwa itu bukan tsunami, tapi bono,�� papar pria yang sudah sepuluh tahun jadi nakhoda speedboat ini.

Ruzi atau yang lebih akrab dipanggil Muji lalu menjelaskan, sejak kedatangan para peselancar, banyak yang mulai suka bermain bono. Maksudnya naik speedboat di atas gelombang bono sembari menyaksikan aksi peselancar.

Jika dulu agak jauh, sekarang sudah mulai berani mendekat. Bahkan ada juga yang berani berada betul-betul di atas bono. Seperti yang ia lakukan.

��Yang penting untuk bisa main bono ini, kita harus tahu alur sungai agar tak kandas. Mengetahui alur sungai bisa dilihat dari banyak sampah. Kalau sampahnya banyak itu berarti dalam. Tapi jika sampahnya sedikit itu artinya pantai. Nah kita harus memastikan kita berada di alur yang dalam. Jika tidak, karam,�� ujarnya saat menunggu kedatangan gelombang bono bersama Riau Pos di Tanjung Sendok.

��Selain itu, hal juga yang sangat penting adalah jangan sampai mesin rusak atau mati. Kalau itu terjadi, jangankan speedboat, kapal saja bisa terbalik dan karam disapu bono.

��Dulu saya pernah punya pengalaman tersapu bono. Untung selamat. Kalau sekarang mati karena bermain bono, itu berarti sudah takdir,��  ujarnya menjelaskan mengapa ia berani bermain bono.

Untuk bisa bermain bono, tekniknya, speedboat harus mengejar gelombang bono. Setelah ada di depannya, pastikan gelombang bono berada di belakang speedboat. Kecepatan speedboat harus lebih dari kecepatan bono. Seperti speedboat yang dinkhodainya yang bermesin 200 PK.

��Kalau gelombang bono itu sekitar 2.000 rpm atau 20 Km per jam. Kalau bono sekitar 7.000 rpm atau sekitar 70 Km per jam. Terus penumpangnya tak boleh banyak. Agar lincah bergerak,�� terangnya yang hari itu hanya membawa enam orang di atas speedboat berkapasitas belasan orang tersebut.

Bermain bono di atas speedboat, rasanya seperti main wahana kora-kora di Dunia Fantasi. Terayun-ayun dan oleng ke kiri ke kanan. Ditambah dengan sensasi melaju kencang dan tiba-tiba menikung tajam.

Bila memandang keluar rasanya separuh tenggelam di dalam gelombang bono. Namun karena asyik melihat gerakan para peselancar di atas bono dan melihat empat speedboat lainnya yang juga bermain bono, semua perasaan ngeri terabaikan.

Mungkin juga selain karena terpesona melihat aksi para peselancar, karena saat itu gelombang bono belum garang-garangnya. ��Gelombang bono ini masih kecil. Karena saat ini sedang anak bulan.

Kalau bulan besar atau pasang keling barulah bononya besar,�� ujar ayah dua anak sembari menjelaskan gelombang bono tak selalu ada.

Tapi sangat tergantung dengan keberadaan bulan. Gelombang paling tinggi terjadi saat bulan besar (bulan purnama). Jadi tak bisa memakai kalender untuk menentukan jadwal gelombang bono datang.

��Kalau ingin tahu kapan bono datang, ya harus lihat bulan. Namun sekali waktu kadang-kadang muncul tidak terduga,��  imbuhnya.

Ia menyebutkan sekitar tahun 1990-an, pernah ada satu kapal tersapu bono. Sekitar 60 orang meninggal. Gara-gara salah memperkirakan bono. Waktu itu kapalnya kandas di tengah sungai karena dangkal.

Nahkoda kapal tak menyangka ada bono, sehingga ia minta para penumpang untuk tetap di kapal. Kalau tidak, dia tak bertanggung jawab.

Namun beberapa orang memilih meninggalkan kapal dengan berjalan kaki karena air sungai dangkal menuju tepian sungai yang berhutan. Mereka itulah yang kemudian selamat sementara yang bertahan di kapal tersapu bono dan meninggal.

Cerita tentang kapal tersapu gelombang bono, meski kini telah mulai memudar, namun tetap masih terjadi. Misalnya Selasa (27/9) siang sebelumnya, ada satu speedboat yang terbalik. Untung saja tak ada korban jiwa.

Selain berselancar dan bermain bono, potensi wisata lainnya pun bermunculan di tempat itu. Misalnya pada 26-29 September lalu, Pemerintah Kabupaten Pelalawan melaksanakan Pagelaran Seni Budaya Tirta Bono.

Acara yang dibuka Sekretaris Daerah Pelalawan Zarderwan ini berisi kegiatan atraksi musik, silat, tari, dan lain sebagainya yang jadi kebudayaan masyarakat di Pesisir Kuala Kampar.

Helat budaya itu sengaja dirancang dan dikemas, bertepatan kedatangan para peselancar yang selama sepekan di akhir September berada di tempat tersebut.(bersambung)
read more...

Rabu, 28 September 2011

Perbaikan Masyarakat Dimulai dari Masjid

PEKANBARU (RP) - Berbagai problem masyarakat hari ini, mulai dari krisis moral, krisis keteladanan oleh para pemimpin dan orangtua, kenakalan remaja, maraknya korupsi dan lainnya, menjadi keresahan tokoh masyarakat Riau.

Untuk itu perlu dilakukan perbaikan ke arah lebih baik. Untuk saat ini perbaikan itu lebih memungkinkan dan efektif dimulai dari masjid.

Demikian benang merah diskusi bulanan tokoh Riau yang dilaksanakan Selasa (27/9) malam di Pekanbaru.

Hadir saat itu Budayawan Riau UU Hamidy, pakar tafsir Riau Ustad Dr Musthafa Umar, Rektor Universitas Islam Riau (UIR) Prof Dr Detri Karya, Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal Daerah Ir Feizal Qamar Karim MEng, Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) wilayah Riau Ir Muhammadun MSi, Pengusaha Erwan Ardian, Kordinator Wilayah ESQ Riau Ir Maswandi MH dan Dekan Teknik UIR Prof Dr Sugeng Wiyono.

‘’Karena perbaikan itu mesti dimulai dari masjid, maka mubaligh, imam, pengurus masjid mesti profesional dan memiliki kompetensi,’’ ujar Musthafa Umar.

Untuk tahap awal forum diskusi menyepakati untuk melakukan pembinaan peningkatan mutu mubalig, karena merupakan ujung tombak terdepan bagi perbaikan masyarakat.

UU Hamidy mengungkapkan, sebenarnya sudah lama masyarakat berharap adanya peningkatan mutu mubaligh tersebut.

Hal senada disampaikan Muhammadun, bahkan ia menambahkan, peningkatan mutu mubaligh juga dinilai dari keluasan wawasan keilmuan.

‘’Ini mesti terus dibina. Bagi seorang mubalig semangat untuk terus belajar itu penting, karena semua kita sedang berupaya menuju kesempurnaan,’’ katanya.

Pertemuan para tokoh malam itu merupakan pertemuan ketiga. Pertemuan ini untuk sementara waktu ditaja setiap bulan. Pada pertemuan sebelumnya Prof Dr Alaidin Koto, Prof Dr Tengku Dahril juga sudah menyampaikan pentingnya kualitas mubalig.

Terkait dengan peningkatan kualitas mubalig ini, Detry Karya dan Sugeng mengingatkan bahwa program ini mesti dilaksanakan dengan standarisasi kompetensi.

Pertemuan yang dilaksanakan di rumah Sugeng Wiyono itu juga menyepakati dilakukan perbaikan kualitas imam.

Salah seorang peserta diskusi Feizal Qamar Karim bahkan telah merancang program tahsin bagi para imam masjid di Pekanbaru.(ira)
read more...

Pemprov Petakan Daerah Rawan Konflik

PEKANBARU (RP) - Pemerintah Provinsi Riau memetakan beberapa daerah rawan konflik di Provinsi Riau.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai imbas negatif yang mungkin berkembang, baik di lingkungan masyarakat maupun yang melibatkan pemerintah dan pihak swasta.

Hal ini diungkapkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP kepada Riau Pos, Rabu (28/9).

Sebagai langkah penanganan, kepala daerah di kabupaten/kota diminta lebih proaktif, sehingga beberapa permasalahan yang lebih berhubungan pada tapal batas dan wilayah dapat diselesaikan secara bijaksana.

Hasil pemetaan dapat terlihat di Kota Pekanbaru. Rawan konflik terlihat pada batas Pekanbaru-Kampar dan pengamanan untuk persiapan proses pemungutan suara ulang. Begitu juga di Kabupaten Kampar, pengaman Pemilukada 10 Oktober dinilai perlu mendapat perhatian bersama, sehingga dapat berjalan secara maksimal.

Selain itu di Kabupaten Rohul, konflik sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan dan konflik lima desa termasuk dalam daerah rawan konflik yang dipetakan Pemprov Riau bersama forum koordinasi pimpinan daerah. Perbasan antara provinsi, seperti pada Kabupaten Rokan Hilir dan Sumatera Utara juga menarik perhatian, karena polemik yang telah bertahun-tahun tersebut belum menemukan titik terang.

Batas antara Kabupaten Bengkalis dan Dumai juga dinilai belum tuntas. Batas Bengkalis-Dumai dan konflik lahan masyarakat dengan PT TBS di Kuantan Mudik juga jadi sorotan. Begitu juga Inhil dan Inhu.

‘’Intinya kita harus tingkatkan koordinasi dan kerja sama. Sehingga beberapa daerah perbatasan dapat segera diselesaikan,’’ papar Gubri.(rio/eko)
read more...

Santai Sejenak, Nikmati Orkestra Bulang Cahaya

PEKANBARU (RP) - Dalam rangkaian acara temu penyair Korean-ASEAN Poets Literature Festival (KAPLF) 2011 ke-2, panitia telah menyiapkan suguhan menarik.

Setelah peserta puas menelusuri ikon kebudayaan Melayu yang jadi daya tarik wisatawan seperti Istana Siak Sri Indrapura, Candi Muara Takus dan cita rasa kuliner Patin Night, Kamis (27/19) malam peserta diajak bersantai sejenak menikmati alunan orkestra Simfoni Bulang Cahaya.

Orkestra dilaksanakan di Anjung Seni Idrus Tintin yang dimainkan Bandar Serai Orchestra (BSO).

Menariknya, ketika jeda, peserta akan membaca puisi dan esai. Malam itu, panitia yang justru lebih banyak memperlihatkan aksinya, termasuk beberapa penyair luar. Untuk menambah kemeriahan acara, panitia menyiapkan pesta jagung bakar dan otak-otak.

Pertunjukan di Anjung Seni Idrus Tintin disambut positif Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Riau M Yamin. Menurutnya, Pemprov Riau memang telah menyiapkan gedung kesenian dan kebudayaan berskala nasional  dan internasional.

Gedung ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang memiliki kelayakan dalam sebuah pertunjukan. ‘’Festival Film Indonesia (FFI) 2007 lalu berlangsung di Anjung itu,’’ kata Yamin, Rabu (28/9).

Anjung Seni Idrus Tintin yang berdiri megah di Arena Purna MTQ merupakan salah satu bangunan menakjubkan di Pekanbaru. Dengan bangunan berciri khas Melayu Riau, Anjungan ini lebih mirip istana dari pada tempat pertunjukan seni.

Gedung yang memiliki ketinggian setara gedung tiga lantai ini menjulang tinggi dengan nilai estetika yang mengagumkan. Bahkan di dalamnya terlihat terawangan yang tinggi mengarah ke langit-langit gedung.

‘’Anjung Seni Idrus Tintin seakan seperti berubah jadi objek wisata karena selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk sekadar berfoto, melihat atau duduk-duduk santai di sore harinya,’’ katanya.

Pemilihan nama Idrus Tintin merupakan apresiasi besar Pemprov Riau untuk menghargai jasa para seniman dan budayawan di Riau, terutama almarhum Idrus Tintin.

Seorang seniman sejati yang senantiasa jadi acuan bagi seniman-seniman masa kini. Idrus Tintin sendiri hanyalah satu dari sekian anak jati Riau yang tersohor di negeri ini.(aal) 
read more...

Selasa, 27 September 2011

Otaknya Tanpa Penutup, Akhirnya Meninggal

Laporan AHMAD YULIAR Selatpanjang ahmaddamri@riaupis.com

Tak ada senyuman dan tawa, hanya raut murung dan kesedihan saja yang bisa ditunjukkan wajah pasangan Samsidi (45) saat mengetahui bayi yang dikandung istrinya, Nurhayati (43) terlahir cacat dengan kondisi tanpa batok kepala, sehingga otaknya terbuka tanpa penutup.

Seperti hari-hari biasanya, Senin (26/9) pagi Samsidi tetap menjalankan aktivitasnya sehari-hari sebagai nelayan dengan menjaring ikan di laut dengan menggunakan sampan.

Namun saat pulang ke rumahnya, di Dusun Tanjung Gemuk, Desa Tanjung Bakau, Kecamatan Rangsang ia langsung meminta orang yang ada di sekitranya untuk memanggil bidan desa.

Setelah sang bidan meminta Samsidi untuk membawa sang istri yang terus meradang kesakitan membawa ke Selatpanjang untuk dirujuk ke RSUD Selatpanjang, karena bidan desa yang membatunnya itu tidak mampu, ia langsung bergegas mencari sepeda motor untuk membawa istrinya yang sudah hamil sembilan bulan lebih ke pelabuhan untuk dibawa dengan menggunakan kapal.

Setelah sampai ke Pelabuhan di Desa Tanjung Samak, dengan menggunakan kapal Dumai Express Samsidi membawa istrinya dengan kecemasan.

Sebab selama di kapal, istri yang terus berteriak kesakitan, harus kembali menempuh perjalanan selama lebih kurang satu jam untuk sampai ke Kota Selatpanjang.

Setelah masuk ke RSUD Selatpanjang bidan dan dokter langsung cekatan mengambil perannya untuk membantu melahirkan istri Samsidi.

Selama berjuang beberapa jam, tepatnya sekitar pukul 17.45 WIB, lahirlah seorang bayi berjenis kelamin putra.

Berat badannya normal. Namun setelah diperhatikan secara seksama, ternyata batok kepala untuk menutupi otak bayi malang itu tidak ada.

‘’Tidak ada tanda-tanda atau hal-hal yang kami lakukan di luar kebiasaan. Tapi beberapa hari terakhir saye sempat bermimpi dikejar-kejar oleh hantu,’’  ujar Samsidi saat ditemui Riau Pos, Senin malam (26/9) di depan rungan anaknya dirawat oleh sejumlah bidan RSUD, dengan berurai air mata mengenang nasib malang yang diterima anak ke-9 nya itu.

Setelah mendapati kondisi anaknya yang tidak biasa itu, ia juga menceritakan dengan kesedihan yang mendalam di depan sejumlah wartawan yang dating menemuinya di RSDU Selatpanjang itu bahwa yang terpikirkan olehnya adalah bagaimana cara dia membiayai proses persalinan istrinya selama di RSUD itu. Sebab untuk membawa istrinya ke Selatpanjang saja, ia harus meminjam uang kepada tetangganya sebesar Rp200.000.

‘’Macam mane care nak bayo. Untuk kemari saja, saya tidak punya uang. Untuk membayar ongkos, saya pinjam uang kawan sebanyak Rp200 ribu,’’ ujarnya kembali menitikkan air mata.

Pria yang sudah memiliki satu cucu itu, baru kali ini istrinya melahirkan sampai ke RSUD. Sebelumnya untuk melahirkan delapan orang anaknya yang hanya tinggal tujuh orang hanya dilahirkan di bidan desa di kampungnya saja. Ia juga belum memberikan nama kepada putra bungsunya itu.

Disangka Ari-ari
Dokter yang membantu menangani proses persalinan istri Samsidi, dr Azharul SPoG saat ditemui menyebutkan, ia sempat menyangka otak yang ternganga itu adalah kakak sang bayi atau ari-ari yang menyertai kelahiran sang bayi.

Sebab saat ia menyentuhnya sangat lebut sekali. Namun sungguh terkejutnya dokter yang juga sebagai Ketua IDI Kepulauan Meranti itu, setelah bayi keluar dari rahim ibunya dan disaksikan otaknya tidak ditutupi batok kepala.

‘’Saya kita ari-ari atau kakak sang bayi. Sebab saat disentuh sangat lembut,’’ kata Azharul yang ditemui, Selasa (27/9) pagi diruangan prakteknya di RSUD. Ia juga menyebutkan penyebab hingga cacatnya putra Samsidi itu karena infeksi dan kekurangan gizi.

Secara medis, Ketua IDI Kepulauan Meranti itu memprediksi sehingga tidak adanya tengkorak penutup otak si bayi karena terjadi kegagalan di minggu ketujuh saat masih di dalam kandungan. Sementara orang tua tidak pernah sekalipun melakukan pemeriksaan setelah mengetahui sedang hamil.

‘’Kalau dilihat dari berat badan sangat normal. Termasuk waktu melahirkan sangat cukup bulan. Kondisi ini juga kekurangan asam folat. Dalam istilah kedokteran dengan kondisi seperti ini disebut an en cophalus atau tidak punya batok kepala. Si bayi juga untuk bertahan hidup sangat sulit sekali,’’ terang dr Azharul.

dr Reza menjelaskan di hadapan sejumlah wartawan, yang menyebabkan kondisi itu menurut referensinya adalah virus torch yang merupakan gabungan dari berbagai virus seperti toxoplasma, rubella, kelainan kromosom dan lainnya.

Sekitar lebih kurang pukul 14.30 WIB seperti yang ditafsirkan seluruh dokter yang bertugas di RSUD Selatpanjang, bayi yang belum sempat diberikan nama oleh kedua orang tuanya itu menghembuskan nafas terakhir.  Belum ada kepastian akan dibawa ke kampung halaman ataupun dikebumikan di Selatpanjang.***

read more...

Senin, 26 September 2011

Mengulang Kejayaan Melayu di Candi Muara Takus

PEKANBARU (RP)- Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, salah satu ikon kebudayaan Melayu Riau, dijadikan tempat temu penyair Korea-ASEAN Poets Literature Festival (KAPLF) 2011.

Para penyair menuangkan luapan hati dalam membacakan puisi serta esainya di salah satu candi tertua di Indonesia tersebut.

Acara di sini dijadwalkan panitia berlangsung, Kamis (27/9) sejak pagi sampai petang. Peserta diberangkatkan menggunakan bus dari Pekanbaru. Pemilihan tempat ini, menurut penanggung jawabnya Husnu Abadi SH MHum, merupakan salah satu titik kejayaan Melayu masa lalu di Riau.

Candi Muara Takus merupakan pusat peradaban di Sumatera dan maritim di Riau. Dari sini tersirat makna yang terkandung di dalamnya. Sumatera dan kebudayaan Melayu tak bisa dilepaskan dari masa lalunya.

‘’Melayu dan Islam itu bergandengan dengan kebudayaan lainnya sehingga jadi suatu peradaban,’’ kata Husnu, Senin (26/9).

Pengalaman di sini, sebut budayawan Riau ini, akan memberi kesan pengetahuan dan mengingatkan peserta pada kebudayaan pedalaman. Pada waktu itu, Riau jaya akan maritimnya yang dikenal sampai sejagat raya dan jadi sinar penerang.

Candi ini ada di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar. Jaraknya kurang lebih 135 Km dari Kota Pekanbaru. Jarak antara kompleks candi dengan pusat Desa Muara Takus sekitar 2,5 Km dan tak jauh dari pinggir Sungai Kampar Kanan.

Kompleks candi dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter di luar arealnya. Terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 meter yang mengelilingi kompleks ini sampai ke pinggir Sungai Kampar Kanan.

Di dalam kompleks ini ada pula bangunan Candi Tua, Candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka. Bahan bangunan candi terdiri dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. Menurut sumber tempatan, batu bata untuk bangunan ini dibuat di Desa Pongkai, sebuah desa di sebelah hilir kompleks candi.

Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. Untuk membawa batu bata ke tempat candi, dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan.

Cerita ini walau belum pasti kebenarannya memberi gambaran bahwa pembangunan candi dilakukan secara bergotong royong.

Selain dari Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka, di dalam kompleks candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia.

Di luar kompleks ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata, yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya.

Kompleks Candi Muara Takus, satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Candi yang bersifat Buddhistis ini merupakan bukti pernahnya agama Buddha berkembang pesat di kawasan ini.

Kendati demikian, para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. Ada yang mengatakan abad kesebelas, ada pula abad keempat, abad ketujuh, abad kesembilan dan sebagainya.

Yang jelas kompleks candi ini merupakan peninggalan sejarah masa silam. Untuk itulah Candi Muara Takus dicalonkan untuk jadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2009.

Selain pembacaan puisi dan esai pendek, peserta juga diajak melihat adat istiadat dan tradisi. Bahkan jamuan makan siang bersama mengikuti adat dengan istilah makan Bajambau.

Peserta juga diajak untuk karya wisata di sekitar Danau Koto Panjang. Di sini suguhan panorama alam perbukitan jadi daya tarik tersendiri, di tambah lagi budidaya ikan patin dapat dilihat langsung oleh peserta.

‘’Sebelum ke candi, panitia mengajak peserta singgah di pasar tradisional di Danau Bingkuang. Pasar rakyat ini merupakan model pasar Melayu yang ada di Kampar. Aktivitas pasar di sini tidak tiap hari melainkan pada Kamis saja,’’ ujarnya.

Di Candi Muara Takus, direncanakan dilaksanakan kegiatan pembacaan puisi, sajak dan esai oleh 12 penyair, dan akan disaksikan lebih kurang 70 peserta festival.

Di samping memperkenalkan Candi Muara Takus, para peserta juga akan diajak menikmati makanan khas Kabupaten Kampar seperti ikan salai patin.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para penyair bertugas menulis esai tentang perjalanan mereka selama di Kampar, Siak dan Pekanbaru.

Untuk persiapan acara, kata mantan Pembantu Rektor III UIR ini, panitia menata dengan baik dan sempurna agar peserta dapat menikmati. Selain itu koordinasi dengan Pemkab Kampar terus dilakukan, karena Pemkab mendukung sepenuhnya dan tentu selaku tuan rumah serangkaian persiapan juga telah disiapkan.(aal)
read more...

6 Oktober, JCH Kloter I Riau Berangkat

PEKANBARU (RP)- Jamaah Calon Haji (JCH) Provinsi Riau dibagi dalam 12 kelompok terbang (kloter) melalui Embarkasi Batam dengan dua gelombang.

Adapun petugas musim haji tahun ini, menurut data Kementerian Agama (Kemenag) Riau, untuk TPHI 22 petugas, TPIHI 22 petugas dan TKHI 66 petugas.

‘’Dibagi dalam dua gelombang,’’ ungkap Kepala Kemenag Riau, Asyari Nur, Senin (26/9).

Kloter pertama Riau atau kloter keenam Embarkasi Batam, yaitu JCH Kota Pekanbaru dengan jumlah 445 berangkat dari Pekanbaru ke embarkasi pada Kamis (6/10).

Asyari menjelaskan, kloter kedua terdiri dari JCH Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berangkat ke embarkasi Jumat (7/10) total 445 JCH.

Kloter ketiga JCH Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berangkat Sabtu (8/10) dengan total 445 JCH. Kloter empat gabungan antara JCH Pekanbaru sebanyak 167, Dumai sebanyak 245 JCH dan Rohul 33 JCH. Kloter ini berangkat Ahad (9/10) dengan total 445 JCH.

Selanjutnya kloter lima gabungan yaitu Pekanbaru 131 JCH, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 314 JCH berangkat ke Embarkasi Batam, Senin (10/10) dengan total 445 JCH. Kloter enam gabungan Kampar 65 JCH, Inhil 377 JCH berangkat Selasa (11/10) dengan total 442 JCH. Kloter tujuh gabungan Kampar 185 JCH, Kuansing 257 JCH berangkat Rabu (12/10) dengan total 442 JCH.

Kloter delapan Kampar 445 JCH berangkat Kamis (13/10) total 445 JCH. Kloter sembilan gabungan Pekanbaru 140 JCH, Pelalawan 305 JCH berangkat dari Pekanbaru ke Embarkasi Batam Jumat (14/10) dengan total 445 JCH.

Kloter 10 gabungan Pekanbaru 172 JCH, Rohil 273 berangkat Sabtu (15/10) dengan total 445 JCH. Kloter 11 gabungan Bengkalis 227 JCH, Siak 216 JCH berangkat Ahad (16/10) dengan total 443 JCH.

Kloter 12 atau kloter terakhir gabungan Bengkalis 161 JCH dan Rohil 122 JCH berangkat Senin (17/10) dengan total 283 JCH.(ilo)   
read more...

Sabtu, 24 September 2011

Pengunjung Meningkat, Transaksi Tembus Rp5 Miliar

Riau Expo 2012 Serentak PON

Pengunjung Meningkat, Transaksi Tembus Rp5 Miliar
 
Perputaran uang di Riau Expo 2011 melebihi target panitia sebesar Rp5,2 miliar. Sabtu (24/9/2011) malam Riau Expo resmi ditutup. (Foto: F.CF1/riaupos)


 
PEKANBARU (RP) - Eksebisi peluang bisnis dan investasi Provinsi Riau, Riau Expo 2011 resmi berakhir Sabtu (24/9) malam setelah ditutup secara resmi oleh Asisten II Sekdaprov Emrizal Pakis di Bandar Serai Pekanbaru. Riau Expo tahun ini berhasil mencatat kenaikan jumlah pengunjung sebesar 10 persen dari tahun lalu yang hanya mampu menarik sekitar 300 ribu pengunjung.

Seperti disebutkan Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Riau Faizal Qamar Karim, transaksi selama pergelaran Riau Expo tahun ini mampu menembus angka Rp5 miliar.

”Pengunjung tahun ini meningkat sepuluh persen berdasarkan sampling yang kami ambil, sementara nilai transaksi dari berbagai sampling tidak kurang dari 5 Milyar hingga malam ini,’’ ujar Faizal. Ia menyontohkan salah satu sampling itu adalah besaran transaksi Bank Riau Kepri yang sempat tembus Rp200 juta dalam sehari pameran. Walaupun mengalami perkembangan positif Faizal tetap menghimbau ke depannya, kinerja panitia agar tetap ditingkatkan.

”Karena tahun depan iven Riau Expo ini akan disandingkan dengan PON, hingga akan mendapat lebih banyak pengunjung. Untuk peserta pameran tahun depan kemungkinan kita juga akan mengundang provinsi lain untuk ikut dalam Riau Expo,’’ ujar Faizal.

Peningkatan pengunjung dan angka transaksi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Riau  melaluiAsisten II Sekdaprov Emrizal Pakis. Ia menyebutkan kegiatan tahun ini berhasil mengentegrasikan antara promosi, seminar, perlombaan dan hiburan rakyat namun tetap dengan tujuan semula, untuk dapat menjadi ajang promosi andalan Provinsi Riau.

”Dengan begitu Riau Expo dapat mendorong investor untuk terus masuk ke Riau hingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Kita berharap ke depan peserta Riau Expo tetap dapat meningkatkan kualitas pameran dan bersama-sama ikut membantu mempromosikan daerah ini,’’ ujar Emrizal.

Juga diumumkan berbagai lomba selama pameran. Di antaranya Lomba Stan Terbaik yang dimenangkan oleh BRI Pekanbaru Cabang Sudirman, Lomba Desain Logo Riau Expo 2011 yang diraih oleh Novila Misastra, Lomba Vokal Grup antar SKPD yang dimenangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau.

Malam penutupan ditandai dengan penganugerahan gelar Duta Bisnis dan Investasi Riau kepada Trinawati Maetrea (23), yang terpilih setelah melalui seleksi ketat ajang Miss Riau Expo 2011 yang telah menjalani masa karantina beberapa waktu lalu.
read more...

Jumat, 23 September 2011

Legislator Riau Walk Out

Laporan Mahyudi, Jakarta mahyudi@riaupos.com
Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPR RI dengan para pejabat eselon I di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis (22/9), dikejutkan adanya aksi walk out anggota DPR RI.

Empat orang anggota Komisi IV pemilihan asal Provinsi Riau meninggalkan ruang rapat.

Hal ini terjadi karena mereka mengaku kecewa terhadap kebijakan kementerian di bawah kepemimpinan Fadel Muhammad yang dianggap diskriminasi dan tidak mengakomodir usulan anggaran untuk program di sektor kelautan dan perikanan di Riau.

Keempat anggota Komisi IV DPR RI Dapil Riau yang walk out saat pembahasan realisasi APBNP 2011 dan RKA/KL 2012 di KKP tersebut
yakni, Drs Wan Abubakar (F-PPP), Hj Nurliah SH MH (F-PG), Ian Siagian (F-PDIP) dan Adi Sukemi ST MM (F-PG).

Sebelum aksi walk out, suasana rapat sempat tegang dan sedikit memanas, bahkan mendapat sorotan dari peserta rapat ketika keempatnya mengajukan intrupsi dan protes.

Mereka mempertanyaan alasan-alasan dari pejabat kementerian mengapa tidak menggubris usulan mereka yang merupakan aspirasi masyarakat Riau itu.

Seperti yang dikemukakan Wan Abubakar. Dia mengusulkan program untuk pelabuhan perikanan di Selat Akar dan Alai Kabupaten Kepulauan Meranti di Dirjen Tangkap.

Namun di dalam rencana program kementerian 2012 tidak dimasukkan, padahal usulan ini sudah disampaikan berulang kali.

Kemudian katanya, pengadaan kapal keruk untuk mengeruk pelabuhan perikanan serta program usaha minapolitan di Kota Dumai yang sampai sekarang belum diakomodir pihak kementerian.

Kemudian di Dirjen Perikanan Budidaya, diusulkan pengadaan ekskavator, tapi juga tidak dimasukkan dalam anggaran KKP 2012.

 ‘’Hal ini yang menimbulkan rasa kecewa bagi kita khususnya anggota Komisi IV Dapil Provinsi Riau, sehingga kita memilih untuk keluar dari ruang ini,’’ ungkap Wan.

Hal senada juga disampaikan Nurliah. Permohonan yang diusulkan mereka adalah sebagai wujud tanggung jawab anggota DPR RI terhadap konstituen dan daerah Provinsi Riau, bagaiamana dapat membenahi dan membantu para nelayan.

‘’Kita betul-betul kecewa. Sebagai daerah penghasil dan penyumbang terbesar untuk bangsa ini di kesampingkan tanpa ada perhatian serius,’’ terang politisi dari Partai Golkar itu.

Padahal ungkapnya, daerah lain yang tidak ada perwakilannya di Komisi IV justru mendapatkan anggaran yang besar.

Jadi ini yang membuat mereka walk out untuk memberikan pelajaran kepada pejabat KKP bahwa Riau harus dan mesti diperhatikan.

‘’Nanti masyarakat menilai kita tidak bebuat, padahal kita sudah perjuangkan dengan maksimal,’’ tegasnya.(rnl)
read more...

Mahasiswa Riau Tolak RUU Intelijen

PEKANBARU (RP) - Ratusan mahasiswa dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Wilayah Riau menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Intelijen yang dinilai bisa menimbulkan multi tafsir, khususnya pada pasal 32.

RUU ini dicurigai akan melahirkan rezim represif yang memata-matai rakyat.

Aksi unjuk rasa ini dilakukan di gedung DPRD Riau, Jumat (23/9) usai Salat Jumat. Mereka menuntut agar DPR RI menolak pengesahan RUU ini menjadi Undang-undang yang akan diselenggarakan 27 September mendatang.

Dikatakan, RUU ini sebelumnya sempat ditolak, namun kini secara diam-diam DPR RI kembali melakukan pembahasan.

‘’Pasal-pasal di RUU ini banyak yang multi tafsir dan bermasalah,’’ ujar koordinator aksi Riski Fatamajaya.

Dalam RUU ini, ada potensi untuk memata-matai kegiatan masyarakat sehingga jika nantinya berdakwah politik di masjid dan musala akan dicurigai.

Para pengunjuk rasa juga meminta pihak terkait membatalkan atau mengoreksi pasal-pasal yang bermasalah dan multi tafsir.

Untuk itu mereka mengajak seluruh masyarakat Riau menolak RUU ini disahkan menjadi Undng-undang.

Setelah melakukan orasi sekitar setengah jam, akhirnya pengunjuk rasa diterima leh Ketua DPRD Riau Johar Firdaus. Johar menyampaikan terimakasih telah menyampaikan aspirasi ke DPRD Riau.

‘’Saya sendiri baru tahu kalau ada pasal-pasal yang multi tafsir, kita akan segera pelajari, jika sudah selesai akan segera disampaikan kepada Badan Legislasi DPR RI,’’ ujar Johar.(ans)
read more...

RTRWP Masuk Tahap Uji Konsistensi

PEKANBARU (RP) - Komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk terus menggesa pengesahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau menunjukkan arah positif.

Setelah melewati beberapa tahapan, pembahasan tim terpadu akhirnya final.

Dengan kondisi tersebut, progres finalisasi konsep RTRWP akan memasuki tahapan uji konsistensi sebelum disampaikan ke Kementerian Kehutanan untuk disahkan.

Dijadwalkan, akhir September ini akan dilakukan uji konsistensi yang dilaksanakan di Bogor.

Hal itu diungkapkan Asisten II Setdaprov Riau, Emrizal Pakis kepada Riau Pos, Jumat (23/9). Dia menambahkan, dalam uji konsistensi nantinya, Pemprov Riau akan mengundang pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha dan seluruh stakeholders yang berkaitan dengan RTRWP Riau.

‘’Uji konsistensi dilaksanakan satu sampai dua pekan. Upaya ini dilakukan untuk melihat prosedur dan memberi kesempatan kepada publik untuk mempelajarinya,’’ imbuhnya.

Menurutnya, pembahasan yang menjadi perhatian adalah yang berkaitan dengan hutan tanaman industri, pertanian, perkebunan. Selain itu untuk melihat dan mencermati hasil pembahasan tim terpadu.

‘'Jika uji konsistensi selesai dan memiliki kesamaan, maka akan langsung dibawa ke Menteri Kehutanan untuk diekspos. Seandainya ada yang prinsip dan harus sampai ke DPR akan kita teruskan. Yang pasti kita masih berharap, akhir tahun ini, RTRWP Riau sudah dapat disahkan,’’ harap Mantan Kepala Bappeda Riau itu.(rio)
read more...

Rabu, 21 September 2011

SBY: Tunggu Tanggal Mainnya - Riaupos.co.id

SBY: Tunggu Tanggal Mainnya - Riaupos.co.id

JAKARTA (RP) - Sinyal bakal dilakukan reshuffle (ubah susun kembali) jelang usia dua tahun Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua makin kuat.

Tak hanya dari orang-orang di lingkaran ring-1 Istana, meski singkat, pernyataan juga langsung keluar dari Presiden SBY.

Peristiwanya terjadi saat presiden hendak menerima pengurus pusat Yayasan Batik Indonesia (YBI) di Kantor Presiden, Selasa (20/9). Sambil menunggu tamu-tamunya datang, SBY sempat menyapa wartawan.

‘’Apa topik pers sekarang?’’ tanyanya. Wartawan yang hendak mengabadikan gambar presiden menerima tamu itu spontan menyahut, ‘’Reshuffle, Pak.’’ SBY pun menjawab singkat.

‘’Reshuffle, tunggu tanggal mainnya,’’ katanya lantas tersenyum. Tak lama berselang, rombongan YBI tiba di Kantor Presiden.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa yang ditemui terpisah lantas menjelaskan ekspresi yang ditunjukkan SBY mengenai ‘’tanggal mainnya’’ itu.

‘’Mengikuti gaya presiden itu, seperti film kan ada hari ini, segera, dan akan datang. Kalau ini, segera lah,’’ urainya.

Namun dia tak merinci persis waktu dari kata segera itu. Begitu juga saat ditanya berapa menteri yang bakal diganti atau digeser posisinya. Alasannya, hal itu ada di tangan presiden dan wakil presiden.

‘’Saya minta izin ke publik untuk tidak menyebut nama dan jumlah (menteri),’’ kata pengajar di Universitas Airlangga itu. Daniel mengatakan, presiden kini seperti sedang memprogram suatu proyek.

Ikhtiarnya, dengan menyiapkan tim yang siap untuk memikul suatu tugas baru, yaitu percepatan dalam tiga tahun ke depan. ‘’Kita akan lari dalam pengertian lari lebih cepat, lebih lama seperti maraton,’’ tuturnya. Pesan dari presiden bagi masyarakat adalah lebih optimis, positif, dan kritis.

Apa presiden akan mengurangi porsi Parpol dan menggantinya dengan profesional? Peraih doktor dari Flinders University, Australia itu menyebutkan, kini presiden dan wapres menjaga jarak dengan Parpol untuk menghasilkan keputusan terbaik.

‘’Sampai saat ini presiden belum melibatkan siapa-siapa, kecuali wapres. Dan pada waktu yang tepat akan juga melibatkan parpol,’’ terang Daniel. Menko Kesra yang juga Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono dan Menakertrans yang Ketua umum PKB Muhaimin mengamini belum ada pembicaraan dengan presiden terkait reshuffle.

‘’Belum ada pembicaraan,’’ kata Agung. ‘’Monggo, memang itu hak prerogatif presiden,’’ kata Muhaimin.

Menbudpar Jero Wacik yang anggota Dewan Pembina Demokrat, juga menyebut belum ada pembicaraan dengan Demokrat yang notebene partai asal SBY.

‘’Karena ketua Dewan Pembina-nya bapak presiden, Demokrat tak boleh ikut campur. Beliau tahu persis kader-kader Demokrat mana yang pantas jadi menteri,’’ katanya di Kantor Presiden.

Ditemui di gedung DPR, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan juga mengatakan Demokrat belum diajak bicara oleh SBY terkait reshuffle. ‘’Hak prerogatif itu, artinya nggak ada yang (harus) diajak (bicara). Itu perintah,’’ kata Syarief yang juga anggota Dewan Pembina Demokrat.

Karena itu, menurut dia, pertanyaan mengenai siapa saja yang akan masuk atau keluar kabinet hanya pantas dijawab SBY sendiri. ‘’Menteri-menteri itu pembantu presiden. Jadi, SBY yang menentukan kriterianya. Kalau presiden sudah bicara tunggu saja, ya kita tunggu saja. Semua itu tergantung presiden,’’ ujarnya.

Saat ditanya mengenai isu pergeseran dirinya jadi Menteri ESDM menggantikan Darwin Zahedy Saleh, Syarief sempat tergelak. ‘’Enakan mengurusi UKM. Tapi, yang namanya hak prerogatif itu ya tergantung komandan,’’ selorohnya.

Secara terpisah, Wasekjen DPP Demokrat Saan Musthopa mengakui sangat terbuka kemungkinan terjadinya penambahan atau pengurangan jatah kursi menteri dari mitra koalisi.

‘’Tapi, hanya presiden yang tahu pasti data-data siapa yang patut dipertahankan atau di-reshuffle itu,’’ kata Saan yang juga anggota Komisi III DPR, itu. Dia menambahkan presiden pasti akan mempertimbangkan semua masukan dari publik. Namun, saat ditanya, Parpol mana yang akan berkurang atau bertambah jatahnya, Saan mengaku belum tahu.

‘’Sampai hari ini saya masih belum dengar,’’ katanya.

Kisruh mengenai perombakan kabinet juga dapat perhatian dari kalangan pengusaha. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyampaikan pendapatnya ke Presiden SBY untuk segera memberi kejelasan tentang isu reshuffle.

Itu disampaikan Apindo saat bertemu Presiden SBY dan jajaran pemerintah di gedung Setneg, kemarin.

‘’Supaya menteri tenang. Kalau mau ada reshuffle ya reshuffle. Jangan membuat semua resah dan tak bisa bekerja karena semua menunggu-nunggu nasib,’’ kata Sofjan usai pertemuan.

Dalam pertemuan itu, kata dia, SBY menjawab dia menganalisa seluruh menterinya. Setelah dua tahun kerja kabinet, dinilai siapa yang mampu atau tak mampu, siapa yang terkena masalah, atau siapa yang sakit.

Keputusannya akan diambil bulan depan. ‘’Cuma apa yang beliau putuskan, beliau tidak mau kasih tahu kita. Tapi itu yang kita tanyakan, supaya ada kepastian, jangan kita diombang-ambing, kita nggak bisa kerja juga,’’ urai Sofjan.

Logistik 2014
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki pandangan beda terkait wacana reshuffle. PKS mencurigai Presiden SBY sengaja didesak-desak pihak yang berkepentingan menyiapkan modal untuk kampanye Pemilu 2014.

‘’Kami melihat gelagat isu (reshuffle, red) ini lebih berorientasi ke pengaturan logistik (Pemilu) 2014,’’ kata Sekjen DPP PKS Anis Matta, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9).

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut, dia mengiyakan, logistik yang dimaksud adalah dana atau modal. Dia menegaskan, semua wacana pergantian kabinet saat ini sesungguhnya telah dijadikan alat pihak tertentu untuk mempercepat proses penyiapan logistik itu.(fal/pri/dyn/jpnn)


read more...
DPRD Siak
Blogger Bertuah