Tempatkan Text atau gambar disini
Masih Proses, Mohon Sabar
Sponsored By :Riau Bertuah.

Senin, 03 Oktober 2011

In Memoriam Ketua KPU Riau, Raja Syofyan Samad

Santun, Sinergikan Akademis Politis
 
 In Memoriam Ketua KPU Riau, Raja Syofyan Samad
 
LEPAS JENAZAH: Keluarga besar Raja Syofyan Samad sebelum melepas jenazah untuk dikebumikan di TPU Kartama, Senin (3/10/2011). foto: cf2/said mufti/riau pos


 
Laporan MARRIO KISAZ, Pekanbaru marrio-kisaz@riaupos.com

Satu lagi, Bumi Lancang Kuning kehilangan tokoh fenomenal yang telah banyak berkontribusi di Riau. Ketua KPU Riau, Raja Syofyan Samad yang dikenal santun dan bersahaja itu wafat di Rumah Sakit Bina Kasih, Senin (3/10) siang.

Gerimis yang turun Senin (3/10) siang seakan jadi saksi Riau berduka akan kehilangan salah seorang tokoh akademisi yang telah menelurkan ide-ide kreatifnya di bidang sosial dan politik.

Setelah berpuluh tahun mengabdikan diri di lingkungan akademis, tak menghentikan niat pria kelahiran Simandolak, Kuantan Singingi, 17 Februari 1947 itu untuk mengembangkan diri. Ini terbukti dengan pengabdiannya menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Riau hingga akhir hayatnya.

Wafatnya pria yang dikenal santun, bersahaja dan sangat bersahabat itu menimbulkan duka yang dalam bagi Riau. Figur yang selama ini dinilai berhasil memecahkan mitos tentang akademisi dan politik yang saling bertolak belakang.

Itu terlihat dengan keberhasilannya menghubungkan ilmu akademis dengan bidang politik, sehingga dapat saling melengkapi dalam bentuk karya dan ide kreatif.

Perasaan kehilangan mantan Dekan Fisipol Unri juga dirasakan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP. Menurutnya, Syofyan merupakan figur yang aktif dalam keorganisasian.

Begitu juga di lingkungan kampus. Bahkan Gubri mengaku bangga dengan pria yang gemar bertopi itu. Sebab selain merupakan tokoh yang profesional dalam bekerja, mendiang juga dikenal senang memberi dan menerima masukan untuk perkembangan Riau.

‘’Belum lama ini saya sempat jumpa dengan Pak Syofyan. Beliau terlihat sehat. Saya lupa pastinya, tapi itu mungkin terakhir kali saya bertemu. Saya bangga dengan pribadinya yang murah senyum dan pekerja yang handal,’’ tutur Gubri saat melayat di rumah duka di Perumahan Beringin Indah Kelurahan Sidumulyo Timur Marpoyan Damai, Senin (3/10).

Menurut Gubri, dua periode memimpin KPU menunjukkan keberhasilan Syofyan di mata masyarakat, baik di dunia politik maupun di bidang akademis.

‘’Kita sangat kehilangan tokoh yang telah banyak berkontribusi untuk Riau. Karena itu, saya mengharapkan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menerima cobaan ini,’’ ujar Gubri yang ikut menyalatkan jenazah. Rumah duka terlihat dipadati sanak keluarga dan pelayat yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat.

Pegawai negeri sipil, akademisi, hingga tokoh masyarakat dan tokoh politik terlihat datang menyampaikan bela sungkawa.

Seperti mantan Gubernur Riau, Saleh Djasit yang menilai figur Syofyan merupakan pribadi yang terbuka dan figur orang tua yang jadi panutan keluarga. Menurutnya, banyak pengalaman dan pesan yang dapat dipetik dari sejarah hidup dan sikap tokoh yang telah jadi ketua KPU sejak 2003 itu.

Hal senada dirasakan salah seorang rekannya di KPU, Edi Sabli. Menurut Edi, Syofyan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan santun, serta sangat bijak. Kondisi itu karena latar belakang mendiang sebagai akademisi.

‘’Selain murah senyum. Dia juga kebapakan dan dapat jadi contoh. Sepeninggal beliau, kita merasa kehilangan. Namun kita harus meneruskan kelembagaan untuk menjaga kondisi politik di Riau,’’ tegasnya.

Pria berkulit putih itu memiliki karier yang cukup cemerlang. Dia pernah menjabat anggota DPRD Riau periode 1972-1977, Dekan Fisipol 1994-2001, Ketua Jurusan Hubungan Internasional Unri dan beberapa organisasi lainnya.

Almarhum meninggalkan istri, Tengku Arifini, empat anak dan empat cucu. Setelah disalatkan di Masjid Al Furqon, jenazah dikebumikan di TPU Kartama RW VI Kelurahan Sidumulyo Timur Marpoyan Damai.

Keluarga juga mengaku tak mendapat tanda-tanda khusus dari orangtua yang jadi figur yang sangat disegani di keluarga. Hanya, banyak sekali sikap dan pribadi positifnya yang jadi suri tauladan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Syofyan wafat di RS Bina Kasih Pekanbaru pukul 12.10 WIB. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Syofyan sempat dibawa ke RS Awal Bros. Karena kondisi ICU sedang penuh, almarhum dirujuk ke  Bina Kasih.

Menurut Kepala Ruangan ICU RS Bina Kasih, Eva Juwita, Syofyan mulai dirawat di Bina Kasih sejak, Jumat (30/9) dinihari pukul 01.00 WIB. Pasien sempat mengalami beberapa gejala seperti cadel, badan sebelah kiri lemah, hingga mengalami penurunan kesadaran.

Menurut Eva, pengobatan yang dilakukan di RS Bina Kasih berasal dari rujukan RS Awal Bros. Di mana dokter yang merawat di Awal Bros, dr Antar, sudah melakukan scanning, Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB.

‘’Hasil scanning, sudah ada pembuluh darah di otak yang pecah. RS menyatakan tak bisa dilakukan tindakan lagi. Karena ICU Awal Bros penuh, maka dirujuk di sini. Sebagai langkah pertolongan pertama, kami memberi alat bantu pernafasan hingga wafat pukul 12.10 WIB,’’ ungkapnya.***

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "In Memoriam Ketua KPU Riau, Raja Syofyan Samad"

DPRD Siak
Blogger Bertuah