JAKARTA (RP) - Melalui operasi tahap kedua yang dilakukan pekan lalu, tim dokter Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita berhasil memasukkan seluruh jantung Siti Arrahmah, bayi penderita ectopia cordis (naked heart) ke dalam rongga dada yang tadinya baru 50 persen.
‘’Sekarang jantungnya (Siti Arrahmah) sudah masuk seluruhnya ke dalam rongga dada setelah melalui operasi tahap kedua pekan lalu,’’ ujar Ketua tim dokter yang mengurus Siti, dr Rudy Firmansyah dalam jumpa pers di RSAB Harapan Kita, Jakarta, Senin (3/10).
Meski demikian, keberhasilan memasukkan jantung Siti menyisakan masalah tersendiri. Sebab dokter harus membuang sebagian tulang iga dan tulang dadanya yang tentu akan membuat pernapasannya bermasalah saat dia tumbuh dewasa.
‘’Ini (jantung, red) pada operasi pertama kan tidak bisa dimasukkan seluruhnya ke dalam, karena tidak cukup ruang di mana jantung berada. Namun ketika tulang iga dan tulang dadanya diambil, baru jantungnya bisa masuk ke dalam. Memang pernafasannya akan terganggu,’’ terang Rudi didampingi Dirut RSAB Harapan Kita, Hermien Wijayati.
Pilihan dokter untuk mengambil putusan itu, lanjutnya, bukan tanpa alasan, tapi sudah dipertimbangkan secara matang. Salah satunya untuk mencegah terjadinya infeksi yang tentu saja lebih mengancam jiwa bayi pasangan Khaerudin dan Diana tersebut.
‘’Jika jantungnya tetap dibiarkan berada di luar tubuh, risiko infeksinya sangat tinggi,’’ jelasnya.
Rudy menyatakan, secara umum kondisi Siti masih stabil dan sudah ada perbaikan, sejak jantungnya dimasukkan seluruhnya ke dalam rongga dada. Tekanan darahnya normal, denyut jantungnya cukup stabil.
‘’Namun Siti masih belum bisa lepas dari bantuan alat pernafasan (ventilator). Tapi sudah bisa dikurangi,’’ tukasnya.
Mengenai operasi terhadap kelainan pada sekat dan pembuluh jantung Siti, sebut Rudy, baru akan dilakukan saat usianya menginjak 9 atau 12 bulan.
Mulai Diberi ASI
Menurut Rudy, sejak Jumat (30/9) pekan lalu, Siti sudah mulai diberi air susu ibu (ASI) setelah ibunya, Diana tiba di RSAB Harapan Kita. Diharapkan, itu bisa membuat daya tahan tubuh Siti lebih kuat.
‘’Pada Kamis (29/9) pekan lalu ibunya (Siti) sudah di RSAB Harkit. Pada Jumatnya sudah bisa memberi ASI melalui selang, karena mulutnya masih terhubung dengan ventilator,’’ terang Rudy yang pada pemaparan kali ini tak bisa dihadiri kedua orangtua Siti dengan alasan sudah cukup memberi informasi tentang anaknya itu.
Namun, lanjut Rudy, jumlah ASI yang diberi belum seberapa banyak dan masih dibatasi mengingat sejak lahir belum pernah disusui sehingga dikhawatirkan lambungnya belum siap.
‘’Saat ini ASI hanya diberi 1 cc tiap sekali tiga jam. Jika nanti lambungnya sudah benar-benar siap menerima ASI dengan baik, baru ditingkatkan,’’ tukasnya.
Meski sudah banyak perkembangan terhadap kesehatan Siti, Rudy tetap minta semua pihak selalu mendoakan agar Siti bisa tetap bertahan hidup lebih lama. Karena sebelumnya, bayi yang punya kelainan yang sama dengan Siti di RSAB Harapan Kita tak bisa bertahan lebih dari satu bulan.(yud)
‘’Sekarang jantungnya (Siti Arrahmah) sudah masuk seluruhnya ke dalam rongga dada setelah melalui operasi tahap kedua pekan lalu,’’ ujar Ketua tim dokter yang mengurus Siti, dr Rudy Firmansyah dalam jumpa pers di RSAB Harapan Kita, Jakarta, Senin (3/10).
Meski demikian, keberhasilan memasukkan jantung Siti menyisakan masalah tersendiri. Sebab dokter harus membuang sebagian tulang iga dan tulang dadanya yang tentu akan membuat pernapasannya bermasalah saat dia tumbuh dewasa.
‘’Ini (jantung, red) pada operasi pertama kan tidak bisa dimasukkan seluruhnya ke dalam, karena tidak cukup ruang di mana jantung berada. Namun ketika tulang iga dan tulang dadanya diambil, baru jantungnya bisa masuk ke dalam. Memang pernafasannya akan terganggu,’’ terang Rudi didampingi Dirut RSAB Harapan Kita, Hermien Wijayati.
Pilihan dokter untuk mengambil putusan itu, lanjutnya, bukan tanpa alasan, tapi sudah dipertimbangkan secara matang. Salah satunya untuk mencegah terjadinya infeksi yang tentu saja lebih mengancam jiwa bayi pasangan Khaerudin dan Diana tersebut.
‘’Jika jantungnya tetap dibiarkan berada di luar tubuh, risiko infeksinya sangat tinggi,’’ jelasnya.
Rudy menyatakan, secara umum kondisi Siti masih stabil dan sudah ada perbaikan, sejak jantungnya dimasukkan seluruhnya ke dalam rongga dada. Tekanan darahnya normal, denyut jantungnya cukup stabil.
‘’Namun Siti masih belum bisa lepas dari bantuan alat pernafasan (ventilator). Tapi sudah bisa dikurangi,’’ tukasnya.
Mengenai operasi terhadap kelainan pada sekat dan pembuluh jantung Siti, sebut Rudy, baru akan dilakukan saat usianya menginjak 9 atau 12 bulan.
Mulai Diberi ASI
Menurut Rudy, sejak Jumat (30/9) pekan lalu, Siti sudah mulai diberi air susu ibu (ASI) setelah ibunya, Diana tiba di RSAB Harapan Kita. Diharapkan, itu bisa membuat daya tahan tubuh Siti lebih kuat.
‘’Pada Kamis (29/9) pekan lalu ibunya (Siti) sudah di RSAB Harkit. Pada Jumatnya sudah bisa memberi ASI melalui selang, karena mulutnya masih terhubung dengan ventilator,’’ terang Rudy yang pada pemaparan kali ini tak bisa dihadiri kedua orangtua Siti dengan alasan sudah cukup memberi informasi tentang anaknya itu.
Namun, lanjut Rudy, jumlah ASI yang diberi belum seberapa banyak dan masih dibatasi mengingat sejak lahir belum pernah disusui sehingga dikhawatirkan lambungnya belum siap.
‘’Saat ini ASI hanya diberi 1 cc tiap sekali tiga jam. Jika nanti lambungnya sudah benar-benar siap menerima ASI dengan baik, baru ditingkatkan,’’ tukasnya.
Meski sudah banyak perkembangan terhadap kesehatan Siti, Rudy tetap minta semua pihak selalu mendoakan agar Siti bisa tetap bertahan hidup lebih lama. Karena sebelumnya, bayi yang punya kelainan yang sama dengan Siti di RSAB Harapan Kita tak bisa bertahan lebih dari satu bulan.(yud)

0 komentar: on "Seluruh Jantung Siti Sudah Dalam Rongga Dada"
Posting Komentar