Tempatkan Text atau gambar disini
Masih Proses, Mohon Sabar
Sponsored By :Riau Bertuah.

Senin, 03 Oktober 2011

Pakar Lingkungan Dunia Bahas Cagar Biosfer di Riau

PEKANBARU (RP)- Puluhan pakar lingkungan di dunia dijadwalkan hadir dan membahas beberapa isu lingkungan di South-South Cooperation (SSC) di Riau.

Pembahasan difokuskan pada upaya pelestarian lingkungan dengan objek Man and Biosphere (MaB), seperti salah satu biosfer istimewa di Riau yang telah jadi sorotan dunia, yakni Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSK-BB).

Hal itu diungkapkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP saat ditemui Riau Pos dalam makan malam bersama Tim UNESCO dan kontingen South-South Cooperation di Hotel Labersa, Senin (3/10) malam.

‘’Persiapan sudah matang. Beberapa pakar lingkungan dunia dan tamu dari UNESCO sudah hadir,’’ ungkap Gubri.

Tokoh ilmuan dunia yang akan menyusun rekomendasi bersama untuk pelestarian lingkungan antara lain Perwakilan UNESCO di Jakarta, Robert Lee, akademisi dari University Para Brazil, Prof Luis E Aragon, akademisi University Kyoto Prof Mizuno, Ketua LIPI Prof Dr Lukman Hakim bersama Prof Dr Bambang Prasetya, Prof Dr Arief Rahman dan puluhan akdemisi serta pemerhati lingkungan yang berkompeten di bidangnya.

Gubri menambahkan, kegiatan yang bernilai positif dalam memberi edukasi tentang lingkungan ini juga berfungsi mempromosikan potensi sumber daya alam Riau yang masih tergolong asri dan lestari. Ini dinilai menjadi wujud komitmen Pemprov Riau untuk mewakili Indonesia dalam upaya pelestarian lingkungan.

‘’Kita berharap kegiatan ini memberi kontribusi positif dalam mendukung komitmen Riau untuk mengkonservasi Biosfer Giam Siak Kecil. Akan banyak masukan yang kita peroleh dari kegiatan ini. Karena selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga berkorelasi dengan semangat pelestarian budaya dan optimalisasi masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungan,’’ tutur Gubri didampingi Ketua Panitia Lokal SSC Fadrizal Labay.

SSC kali ini mengusung tema The Three Major Tropical Suistainable Development Humid Regions in The World atau pembangunan berkelanjutan menjadi perhatian ekstra dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Dia menambahkan, Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan dijadwalkan menghadiri perayaan pembukaan South-South Cooperation (SSC) 4 Oktober di Hotel Labersa.

‘’Salah satu komitmen kita adalah menyosialisasikan cagar biosfer yang kini sudah jadi perhatian internasional. Selain bermanfaat di bidang akademis, ini akan berpotensi untuk pengembangan karbon dalam program REDD+ yang jadi isu aktual di bidang lingkungan,’’ tuturnya.

Soal rangkaian kegiatan, lanjut Gubri, workshop South-South Cooperation (SSC) dilaksanakan dengan beberapa rangkaian kegiatan. Seperti menjalin kerja sama penelitian dan pengembangan cagar biosfer.

Selain pembahasan di bidang akademis, SSC juga akan meninjau beberapa objek, seperti di biosfer Giam Siak Kecil hingga ke tingkat budaya, yakni Istana Siak.

‘’Sudah ada beberapa akademisi di Riau yang melakukan riset tentang Biosfer Giam Siak Kecil. Kita juga telah mendukung upaya untuk berperan di masa yang akan datang tersebut,’’ paparnya.

Untuk diketahui, selain negara Selatan-Selatan yakni Brazil, Indonesia dan Kongo, SSC juga akan dihadiri negara-negara ASEAN, Cina, Jepang dan beberapa negara lain yang peduli dengan pelestarian dan isu lingkungan.(rio)

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Pakar Lingkungan Dunia Bahas Cagar Biosfer di Riau"

DPRD Siak
Blogger Bertuah