SIAK (RB) - Duabelas tahun lalu, kala Siak telah melepaskan diri dari Kabupaten Bengkalis, tertanamkan oleh para tokoh masyarakat dan pejuang bertekad untuk memajukan serta membuktikan jika Siak bisa menjalankan otonomi yang diberikan.
Ibarat kapal berjalan, sudah jauh tertinggal dari kabupaten/kota yang telah mendahului. Kini, perubahan terlihat di sana-sini.
Mulanya, nama Siak jarang jadi pembicaraan, namun sekarang sudah diperhitungkan.
Tak heran dalam perayaan HUT ini ada hal yang beda dengan sebelumnya. Mantan pemimpin kepala daerah, DPRD, tokoh masyarakat dan pejuang dapat penghargaan untuk kali pertama.
Penghargaan yang diberikan ini merupakan wujud perhatian dari Pemkab pada mereka yang telah berjasa. Di antaranya, almarhum Wan Ghalib, almarhum Tengku Rafian, Arwin AS, Said Muhammad, Syarwan Hamid, Azaly Djohan dan lainnya yang berjumlah 30 lebih.
‘’Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semua,’’ kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, dalam pidatonya pada sidang paripurna HUT ke-12 Siak di gedung DPRD Siak, Rabu (12/10).
Di usia yang ke-12 ini walau tergolong masih belia, namun segala pencapaian program pemerintah di semua bidang menunjukkan hasil yang gemilang. Namun juga tak dimungkiri, dalam tiap program yang dijalankan perlu dievaluasi untuk perbaikan ke depan.
Perayaan HUT ini tak hanya dijadikan momentum hiburan dan suka ria, tapi lebih menitikberatkan pada perenungan dan evaluasi diri sudah sejauh mana upaya yang telah dilaksanakan dalam penyelenggaraan tugas dan pemerintahan.
Bagi pemerintah, lanjutnya, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan untuk mensejahterakan adalah tujuan utama.
Pemerintah akan terus dan terus berusaha mewujudkan cita-cita yang tertuang dalam visi pembangunan yakni, ‘’Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Siak yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis dan Berbudaya Melayu serta Kabupaten Siak sebagai Kabupaten dengan Predikat Pelayanan Publik Terbaik di Riau tahun 2016'’.
Selama 12 tahun perjalanan Siak, terungkap pencapaian yang telah dilakukan dalam agenda pertama. Yakni pemberdayaan ekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan landasan pembangunan daerah. Sidang paripurna HUT ke-12 Siak ini berlangsung khidmat. Semua tokoh masyarakat, pejuang dan para Muspida hadir.
Namun, sebelum Syamsuar menyampaikan pidatonya, lebih dulu Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal yang memimpin sidang menyampaikan kilas balik perjalanan Siak dari awal sampai sekarang. Menurutnya, Siak hari ini beda dari kemarin dan terus mengalami kemajuan.
Para pemimpin sebelumnya yakni almarhum Tengku Rafian dan Arwin AS telah menapakkan pondasi dan melakukan perubahan mendasar di Siak. ‘’Kita pantas berbangga dan berterima kasih pada mereka,’’ sebutnya.
Dalam menjalankan kesinambungan pembangunan, tak hanya bertumpu pada pemerintah semata. Masyarakat, swasta ikut andil di dalamnya. Kemajuan suatu daerah tak lepas dari peranan semua unsur, dan ini sudah tebukti. Jika dibandingkan Siak dengan kabupaten/kota lainnya di Riau, bisa dikatakan naik setingkat.
‘’Pencapaian-pencapaian sekarang ini merupakan bentuk komitmen kita bersama,’’ ujar politisi PAN ini. Ke depan, hal-hal seperti ini terus ditingkatkan. Komitmen pemerintah dalam menjalankan pemerintahan dan juga program kerja harus berorientasi pada masyarakat.
Doa Sejenak
Saat hendak menyampaikan pidato HUT Siak, Syamsuar lebih dulu mengajak para hadirin untuk berdoa dan membaca surat Al-Fatihah pada mantan bupati dan Ketua DPRD Siak, almarhum Tengku Rafian dan mendiang Chairuddin Yunus.
Setelah itu, ia mengajak kembali melakukan hal serupa, karena di balik perayaan ini, masyarakat Siak berduka. Sebab telah dipanggil Yang Maha Kuasa, ibunda mantan Bupati Siak Arwin AS, Hj Latifah.
Bergerak Naik
Di paripurna kemarin, dengan suara lantang Syamsuar membacakan satu per satu hasil pencapaian Siak selama 12 tahun meliputi semua bidang lebih kurang satu jam lama.
Untuk pertumbuhan ekonomi, catatan BPS menyebutkan, tumbuh positif yaitu 7,15 persen di 2009 7,36 persen di 2010. Tingkat pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dari Riau yang 6,5 persen di 2009 dan 7,16 persen di 2010. Pendapatan per kapita dari tahun ke tahun juga meningkat. Tahun 2009 Rp52,37 juta per kapita dan Rp62,05 juta per kapita di 2010.
Sementara untuk rumah tangga miskin (RTM) terjadi penurunan 6,31 persen dari 14.929 RTM tahun 2005 jadi hanya 14.043 RTM tahun 2008. Indeks pembangunan manusia dari hanya 73,50 tahun 2005 meningkat jadi 75,64 tahun 2008. ‘’Bila dikaitkan dengan klasifikasi yang dikeluarkan BPS-UNDP, tingkat kesejehteraan tergolong menengah keatas,’’ sebutnya.
Faktor lain yang dapat menggambarkan pencapaian positif adalah ketenteraman dan kualitas kehidupan masyarakat yang senantiasa aman dan terkendali. Tapi di balik pencapaian yang diraih, masih ada persoalan dan hambatan.
Di antaranya infrastruktur di pedesaan masih terbatas, tingkat pertumbuhan penduduk relatif tinggi 4,30 persen, penyebaran penduduk tak merata, kualitas SDM masih rendah dan tingginya angka pengangguran sebesar 4.016 orang dan 6,49 persen masyarakat di bawah garis kemiskinan. ‘’Ini tentu jadi tugas kita semua menyelesaikannya,’’ kata Syamsuar.
Di sisi lain, lanjutnya, upaya ke depan yang dilakukan Pemkab adalah mengedepankan program prioritas yang telah dicanangkan. Di antaranya, program ketenagakerjaan, melalui perlindungan dan revitalisasi BLK serta pelatihan kerja sesuai pasar.
Program reformasi birokrasi dan optimalisasi pelayanan publik juga dapat dilakukan dengan melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih KKN serta meniadakan pungutan liar dan program lainnya.
Momen Evaluasi
Usia 12 tahun masih tergolong belia. Namun jika dilihat dari pencapaian dapat mencerminkan kemajuan dan menunjukkan perubahan yang berarti. Terlebih pasca-otonomi daerah yang dilakukan pemerintah, Siak begitu lincah mengejar ketertinggalan dari kabupaten/kota lain di Indonesia maupun di Riau.
‘’Makna 12 tahun ini tentu jadi momentum untuk mengevaluasi ke depannya,’’ kata Wakil Bupati Siak Drs Alfedri MSi, usai perayaan sidang paripurna.
Menurutnya, tonggak dan tapak pembangunan Siak kini sudah dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya, tinggal lagi pemimpin sekarang melanjutkan.
Buah pembangunan yang ada kini merupakan dukungan semua elemen masyarakat. ‘’Usia 12 tahun ini, dalam ukuran manusia masih remaja, tentu harus memaksimalkan untuk kemajuan,’’ sebutnya.
Siak hari ini, lanjutnya, tak sama sewaktu bergabung dengan kabupaten induk Bengkalis. Siak memiliki visi misi dalam mewujudkan impiannya. Perubahan yang ada kini jadi motivasi untuk ditingkatkan kembali. Tak ada yang tak bisa dilakukan, asal semua elemen masyarakat bahu membahu dan berkomitmen memajukan Siak dan mensejahterakan masyarakat.
‘’Pemkab mengajak untuk meningkatkan motivasi dalam menjadikan Siak Gemilang, Cemerlang dan Terbilang,’’ harapnya.
Tokoh masyarakat Siak Letjen (Purn) Syarwan Hamid mengakui Siak banyak mengalami perubahan fundamental. Lihat saja Siak hari ini dengan kemarin jauh beda bagai siang dan malam. Perubahan ini patut disyukuri dan ditingkatkan.
‘’Alhasil saat ini Siak berhasil berdiri sendiri,’’ pujinya.(aal)
Ibarat kapal berjalan, sudah jauh tertinggal dari kabupaten/kota yang telah mendahului. Kini, perubahan terlihat di sana-sini.
Mulanya, nama Siak jarang jadi pembicaraan, namun sekarang sudah diperhitungkan.
Tak heran dalam perayaan HUT ini ada hal yang beda dengan sebelumnya. Mantan pemimpin kepala daerah, DPRD, tokoh masyarakat dan pejuang dapat penghargaan untuk kali pertama.
Penghargaan yang diberikan ini merupakan wujud perhatian dari Pemkab pada mereka yang telah berjasa. Di antaranya, almarhum Wan Ghalib, almarhum Tengku Rafian, Arwin AS, Said Muhammad, Syarwan Hamid, Azaly Djohan dan lainnya yang berjumlah 30 lebih.
‘’Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semua,’’ kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, dalam pidatonya pada sidang paripurna HUT ke-12 Siak di gedung DPRD Siak, Rabu (12/10).
Di usia yang ke-12 ini walau tergolong masih belia, namun segala pencapaian program pemerintah di semua bidang menunjukkan hasil yang gemilang. Namun juga tak dimungkiri, dalam tiap program yang dijalankan perlu dievaluasi untuk perbaikan ke depan.
Perayaan HUT ini tak hanya dijadikan momentum hiburan dan suka ria, tapi lebih menitikberatkan pada perenungan dan evaluasi diri sudah sejauh mana upaya yang telah dilaksanakan dalam penyelenggaraan tugas dan pemerintahan.
Bagi pemerintah, lanjutnya, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan untuk mensejahterakan adalah tujuan utama.
Pemerintah akan terus dan terus berusaha mewujudkan cita-cita yang tertuang dalam visi pembangunan yakni, ‘’Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Siak yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis dan Berbudaya Melayu serta Kabupaten Siak sebagai Kabupaten dengan Predikat Pelayanan Publik Terbaik di Riau tahun 2016'’.
Selama 12 tahun perjalanan Siak, terungkap pencapaian yang telah dilakukan dalam agenda pertama. Yakni pemberdayaan ekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan landasan pembangunan daerah. Sidang paripurna HUT ke-12 Siak ini berlangsung khidmat. Semua tokoh masyarakat, pejuang dan para Muspida hadir.
Namun, sebelum Syamsuar menyampaikan pidatonya, lebih dulu Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal yang memimpin sidang menyampaikan kilas balik perjalanan Siak dari awal sampai sekarang. Menurutnya, Siak hari ini beda dari kemarin dan terus mengalami kemajuan.
Para pemimpin sebelumnya yakni almarhum Tengku Rafian dan Arwin AS telah menapakkan pondasi dan melakukan perubahan mendasar di Siak. ‘’Kita pantas berbangga dan berterima kasih pada mereka,’’ sebutnya.
Dalam menjalankan kesinambungan pembangunan, tak hanya bertumpu pada pemerintah semata. Masyarakat, swasta ikut andil di dalamnya. Kemajuan suatu daerah tak lepas dari peranan semua unsur, dan ini sudah tebukti. Jika dibandingkan Siak dengan kabupaten/kota lainnya di Riau, bisa dikatakan naik setingkat.
‘’Pencapaian-pencapaian sekarang ini merupakan bentuk komitmen kita bersama,’’ ujar politisi PAN ini. Ke depan, hal-hal seperti ini terus ditingkatkan. Komitmen pemerintah dalam menjalankan pemerintahan dan juga program kerja harus berorientasi pada masyarakat.
Doa Sejenak
Saat hendak menyampaikan pidato HUT Siak, Syamsuar lebih dulu mengajak para hadirin untuk berdoa dan membaca surat Al-Fatihah pada mantan bupati dan Ketua DPRD Siak, almarhum Tengku Rafian dan mendiang Chairuddin Yunus.
Setelah itu, ia mengajak kembali melakukan hal serupa, karena di balik perayaan ini, masyarakat Siak berduka. Sebab telah dipanggil Yang Maha Kuasa, ibunda mantan Bupati Siak Arwin AS, Hj Latifah.
Bergerak Naik
Di paripurna kemarin, dengan suara lantang Syamsuar membacakan satu per satu hasil pencapaian Siak selama 12 tahun meliputi semua bidang lebih kurang satu jam lama.
Untuk pertumbuhan ekonomi, catatan BPS menyebutkan, tumbuh positif yaitu 7,15 persen di 2009 7,36 persen di 2010. Tingkat pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dari Riau yang 6,5 persen di 2009 dan 7,16 persen di 2010. Pendapatan per kapita dari tahun ke tahun juga meningkat. Tahun 2009 Rp52,37 juta per kapita dan Rp62,05 juta per kapita di 2010.
Sementara untuk rumah tangga miskin (RTM) terjadi penurunan 6,31 persen dari 14.929 RTM tahun 2005 jadi hanya 14.043 RTM tahun 2008. Indeks pembangunan manusia dari hanya 73,50 tahun 2005 meningkat jadi 75,64 tahun 2008. ‘’Bila dikaitkan dengan klasifikasi yang dikeluarkan BPS-UNDP, tingkat kesejehteraan tergolong menengah keatas,’’ sebutnya.
Faktor lain yang dapat menggambarkan pencapaian positif adalah ketenteraman dan kualitas kehidupan masyarakat yang senantiasa aman dan terkendali. Tapi di balik pencapaian yang diraih, masih ada persoalan dan hambatan.
Di antaranya infrastruktur di pedesaan masih terbatas, tingkat pertumbuhan penduduk relatif tinggi 4,30 persen, penyebaran penduduk tak merata, kualitas SDM masih rendah dan tingginya angka pengangguran sebesar 4.016 orang dan 6,49 persen masyarakat di bawah garis kemiskinan. ‘’Ini tentu jadi tugas kita semua menyelesaikannya,’’ kata Syamsuar.
Di sisi lain, lanjutnya, upaya ke depan yang dilakukan Pemkab adalah mengedepankan program prioritas yang telah dicanangkan. Di antaranya, program ketenagakerjaan, melalui perlindungan dan revitalisasi BLK serta pelatihan kerja sesuai pasar.
Program reformasi birokrasi dan optimalisasi pelayanan publik juga dapat dilakukan dengan melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih KKN serta meniadakan pungutan liar dan program lainnya.
Momen Evaluasi
Usia 12 tahun masih tergolong belia. Namun jika dilihat dari pencapaian dapat mencerminkan kemajuan dan menunjukkan perubahan yang berarti. Terlebih pasca-otonomi daerah yang dilakukan pemerintah, Siak begitu lincah mengejar ketertinggalan dari kabupaten/kota lain di Indonesia maupun di Riau.
‘’Makna 12 tahun ini tentu jadi momentum untuk mengevaluasi ke depannya,’’ kata Wakil Bupati Siak Drs Alfedri MSi, usai perayaan sidang paripurna.
Menurutnya, tonggak dan tapak pembangunan Siak kini sudah dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya, tinggal lagi pemimpin sekarang melanjutkan.
Buah pembangunan yang ada kini merupakan dukungan semua elemen masyarakat. ‘’Usia 12 tahun ini, dalam ukuran manusia masih remaja, tentu harus memaksimalkan untuk kemajuan,’’ sebutnya.
Siak hari ini, lanjutnya, tak sama sewaktu bergabung dengan kabupaten induk Bengkalis. Siak memiliki visi misi dalam mewujudkan impiannya. Perubahan yang ada kini jadi motivasi untuk ditingkatkan kembali. Tak ada yang tak bisa dilakukan, asal semua elemen masyarakat bahu membahu dan berkomitmen memajukan Siak dan mensejahterakan masyarakat.
‘’Pemkab mengajak untuk meningkatkan motivasi dalam menjadikan Siak Gemilang, Cemerlang dan Terbilang,’’ harapnya.
Tokoh masyarakat Siak Letjen (Purn) Syarwan Hamid mengakui Siak banyak mengalami perubahan fundamental. Lihat saja Siak hari ini dengan kemarin jauh beda bagai siang dan malam. Perubahan ini patut disyukuri dan ditingkatkan.
‘’Alhasil saat ini Siak berhasil berdiri sendiri,’’ pujinya.(aal)

0 komentar: on "Arwin dan Tokoh Siak Dapat Penghargaan"
Posting Komentar