PEKANBARU (RP) - Berbagai problem masyarakat hari ini, mulai dari krisis moral, krisis keteladanan oleh para pemimpin dan orangtua, kenakalan remaja, maraknya korupsi dan lainnya, menjadi keresahan tokoh masyarakat Riau.
Untuk itu perlu dilakukan perbaikan ke arah lebih baik. Untuk saat ini perbaikan itu lebih memungkinkan dan efektif dimulai dari masjid.
Demikian benang merah diskusi bulanan tokoh Riau yang dilaksanakan Selasa (27/9) malam di Pekanbaru.
Hadir saat itu Budayawan Riau UU Hamidy, pakar tafsir Riau Ustad Dr Musthafa Umar, Rektor Universitas Islam Riau (UIR) Prof Dr Detri Karya, Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal Daerah Ir Feizal Qamar Karim MEng, Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) wilayah Riau Ir Muhammadun MSi, Pengusaha Erwan Ardian, Kordinator Wilayah ESQ Riau Ir Maswandi MH dan Dekan Teknik UIR Prof Dr Sugeng Wiyono.
‘’Karena perbaikan itu mesti dimulai dari masjid, maka mubaligh, imam, pengurus masjid mesti profesional dan memiliki kompetensi,’’ ujar Musthafa Umar.
Untuk tahap awal forum diskusi menyepakati untuk melakukan pembinaan peningkatan mutu mubalig, karena merupakan ujung tombak terdepan bagi perbaikan masyarakat.
UU Hamidy mengungkapkan, sebenarnya sudah lama masyarakat berharap adanya peningkatan mutu mubaligh tersebut.
Hal senada disampaikan Muhammadun, bahkan ia menambahkan, peningkatan mutu mubaligh juga dinilai dari keluasan wawasan keilmuan.
‘’Ini mesti terus dibina. Bagi seorang mubalig semangat untuk terus belajar itu penting, karena semua kita sedang berupaya menuju kesempurnaan,’’ katanya.
Pertemuan para tokoh malam itu merupakan pertemuan ketiga. Pertemuan ini untuk sementara waktu ditaja setiap bulan. Pada pertemuan sebelumnya Prof Dr Alaidin Koto, Prof Dr Tengku Dahril juga sudah menyampaikan pentingnya kualitas mubalig.
Terkait dengan peningkatan kualitas mubalig ini, Detry Karya dan Sugeng mengingatkan bahwa program ini mesti dilaksanakan dengan standarisasi kompetensi.
Pertemuan yang dilaksanakan di rumah Sugeng Wiyono itu juga menyepakati dilakukan perbaikan kualitas imam.
Salah seorang peserta diskusi Feizal Qamar Karim bahkan telah merancang program tahsin bagi para imam masjid di Pekanbaru.(ira)
Untuk itu perlu dilakukan perbaikan ke arah lebih baik. Untuk saat ini perbaikan itu lebih memungkinkan dan efektif dimulai dari masjid.
Demikian benang merah diskusi bulanan tokoh Riau yang dilaksanakan Selasa (27/9) malam di Pekanbaru.
Hadir saat itu Budayawan Riau UU Hamidy, pakar tafsir Riau Ustad Dr Musthafa Umar, Rektor Universitas Islam Riau (UIR) Prof Dr Detri Karya, Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal Daerah Ir Feizal Qamar Karim MEng, Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) wilayah Riau Ir Muhammadun MSi, Pengusaha Erwan Ardian, Kordinator Wilayah ESQ Riau Ir Maswandi MH dan Dekan Teknik UIR Prof Dr Sugeng Wiyono.
‘’Karena perbaikan itu mesti dimulai dari masjid, maka mubaligh, imam, pengurus masjid mesti profesional dan memiliki kompetensi,’’ ujar Musthafa Umar.
Untuk tahap awal forum diskusi menyepakati untuk melakukan pembinaan peningkatan mutu mubalig, karena merupakan ujung tombak terdepan bagi perbaikan masyarakat.
UU Hamidy mengungkapkan, sebenarnya sudah lama masyarakat berharap adanya peningkatan mutu mubaligh tersebut.
Hal senada disampaikan Muhammadun, bahkan ia menambahkan, peningkatan mutu mubaligh juga dinilai dari keluasan wawasan keilmuan.
‘’Ini mesti terus dibina. Bagi seorang mubalig semangat untuk terus belajar itu penting, karena semua kita sedang berupaya menuju kesempurnaan,’’ katanya.
Pertemuan para tokoh malam itu merupakan pertemuan ketiga. Pertemuan ini untuk sementara waktu ditaja setiap bulan. Pada pertemuan sebelumnya Prof Dr Alaidin Koto, Prof Dr Tengku Dahril juga sudah menyampaikan pentingnya kualitas mubalig.
Terkait dengan peningkatan kualitas mubalig ini, Detry Karya dan Sugeng mengingatkan bahwa program ini mesti dilaksanakan dengan standarisasi kompetensi.
Pertemuan yang dilaksanakan di rumah Sugeng Wiyono itu juga menyepakati dilakukan perbaikan kualitas imam.
Salah seorang peserta diskusi Feizal Qamar Karim bahkan telah merancang program tahsin bagi para imam masjid di Pekanbaru.(ira)

0 komentar: on "Perbaikan Masyarakat Dimulai dari Masjid"
Posting Komentar