Tempatkan Text atau gambar disini
Masih Proses, Mohon Sabar
Sponsored By :Riau Bertuah.

Kamis, 13 Oktober 2011

JCH Riau Ziarah ke Makam Rasulullah

Rombongan jamaah calon haji (JCH) Riau mulai melaksanakan ziarah ke tempat-tempat penting dari sejarah awal penyebaran Islam di Saudi Arabia.

Pekanbaru (RB) 
Rombongan jamaah calon haji (JCH) Riau mulai melaksanakan ziarah ke tempat-tempat penting dari sejarah awal penyebaran Islam di Saudi Arabia. 

Dalam ziarah itu, jamaah yang tergabung dalam Kloter 6, 7 dan 8 berkesempatan mengunjungi makam Rasulullah dan dua sahabat Abu Bakar Siddik dan Usman bin Affan.

Makam itu berada di bawah kubah hijau Masjid Nabawi. Serta dilengkapi ziarah ke makam istri Rasulullah, Aisyah di pemakaman Baqi Madinah.

‘’Pagi semalam telah dilaksanakan ziarah ke makam Rasulullah dan diakhiri dengan kunjungan ke kompleks pemakaman Baqi,
tempat istri-istri rasulullah dan para sahabatnya,’’ ungkap Ketua Kloter 8 JCH Riau, Syahruddin di Madinah melalui Panitia Haji Kementerian Agama (Kemenag) Riau, Mahyudin, Rabu (12/10).

Pada Rabu (12/10) pagi kemarin, jamaah kembali berziarah ke Masjid Quba, Qiblatain, Syuhada Uhud dan Khandaq serta mengunjungi pasar kurma di Madinah. ‘’Alhamdulillah, jamaah Riau yang tiba di Madinah sehat semua,’’ ungkap Mahyudin.

Menurutnya, sampai kini belum ada jamaah yang mengeluh atau dirawat inap di Madinah maupun di Asrama Haji Batam. Hingga Rabu (12/10), sudah enam Kloter JCH Riau yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sedang yang menunggu keberangkatan sebanyak enam Kloter yaitu Kloter, 12, 13, 14, 15, 16 dan 23. JCH Kloter 23 yang masuk gelombang kedua akan diberangkatkan dari Hang Nadim-Jeddah pada 24 Oktober 2011 pukul 10.00 WIB dan tiba pukul 15.00 waktu setempat.

Kamis (13/10) pagi ini, Kloter 13 tiba di Asrama Haji Batam pukul 10.00 WIB dan lepas landas dari Hang Nadim, Jumat (14/10) pukul 10.00 WIB. Jika tak ada kendala, JCH akan tiba di Tanah Suci pukul 14.50 waktu setempat. Sementara JCH Kloter 12 yang telah tiba Rabu (12/11) telah menempati Asrama Haji Batam dalam kondisi sehat.

Patuh
Sementara itu, untuk para JCH, terutama yang sudah mulai masuk ke Makkah, pemerintah Indonesia mengimbau supaya bisa berperilaku terpuji ketika menjalani ibadah di dalam Masjidil Haram.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Sairozy Dimyati pada Humas Kemenag menuturkan, para JCH yang sudah di Makkah dan siap menjalankan ibadah di Masjidil Haram harus membaca dengan seksama setiap aturan yang sudah dipasang.

Sairozy menuturkan, pemerintah Saudi sudah mengeluarkan imbauan tertib beribadah dalam bentuk reklame di sekitar Masjidil Haram. ‘’Isi imbauannya beragam,’’ katanya. Mulai dari disiplin meninggalkan pemondokan hingga tata tertib di dalam Masjidil Haram.

Di antara imbauan yang diserukan seperti, jamaah diharap sudah memastikan peralatan listrik, termasuk kompor gas di masing-masing pemondokan.

‘’Pemerintah setempat berharap, jamaah yang menuju Masjidil Haram dalam kondisi tenang dan aman,’’ lanjut Sairozy.

Khusus untuk aturan di dalam Masjidil Haram, menurutnya hampir sama dengan aturan di masjid-masjid Tanah Air. Di antaranya, bersikap baik dengan tak bersenda gurau selama di dalam masjid.

Juga dilarang duduk di lorong dan anak tangga. Sairozy juga berpesan supaya jamaah bersikap santun dengan memberi kesempatan beribadah ke jamaah yang sakit atau cacat.

Yang paling jadi perhatian, lanjutnya, adalah larangan memotret di dalam masjid atau di jalur ibadah tawaf. Jika sampai ketahuan asykar atau penjaga keamanan masjid, ponsel atau kamera yang digunakan akan disita.

Tiap masuk masjid, petugas akan memeriksa isi tas yang dibawa jamaah. Jika ditemukan kamera atau ponsel berkamera, petugas minta jamaah tak menggunakannya untuk memotret selama di dalam masjid.

Di samping memberlakukan aturan pelaksanaan ibadah haji yang ketat, pemerintah Saudi kini mengembangkan moda transportasi trem untuk mengangkut jamaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram.

Dikabarkan media lokal arabnews.com, proyek trem yang digarap Saudi ini akan menghubungkan Kudai, Rusaifa, dan Tan’im ke Masjidil Haram melalui 12 jalur monorel. Pada musim haji, proyek ini bakal disambut baik karena bisa mengatasi persoalan transportasi yang kerap macet.

Direktur Center of Research Excelence dari Universitas Ummul Qura Makkah Adnan Gutub menjelaskan, sistem transportasi trem ini jadi pundukung sarana transportasi yang ada.

Dia menekankan, proyek ini bakal berjalan lancar karena posisi Masjidil Haram yang dikelilingi titik-titik pemberangkatan trem.

‘’Sistem ini sangat ekonomis dan mampu mengurangi kemacetan di jalan,’’ katanya di situs arabnews.com. Adnan Gutub berharap, pemerintah Saudi bisa segera menjalankan pengembangan moda transportasi ini. Mengingat, diperkirakan pada 2025 nanti total JCH yang memadati Masjidil Haram diprediksi mencapai 17 juta. Sebagai catatan, untuk musim haji tahun ini diperkirakan ada 4 juta jiwa umat muslim yang tersedot ke Masjidil Haram.(ilo/wan/jpnn) 

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "JCH Riau Ziarah ke Makam Rasulullah"

DPRD Siak
Blogger Bertuah