Tempatkan Text atau gambar disini
Masih Proses, Mohon Sabar
Sponsored By :Riau Bertuah.
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

Barito Pasifik ke Industri CPO

JAKARTA (RP) - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bersiap-siap memasuki ranah industri kelapa sawit dan batu bara. Guna memuluskan rencana itu, perseroan telah menyiapkan dana ekspansi senilai USD 50 juta. Industri kelapa sawit (CPO) digadang-gadang menyimpan potensi luar biasa ke depan. ”Demand atas CPO lebih dominan dari pada suplaynya. Jadi, kami melihat industri ini sangat menjanjikan,” ungkap Agustino Sudjono, Senior Vice President PT Barito Pacific Tbk (BRPT), di Jakarta.

Dari segi harga sebut Sudjono, CPO relatif tahan terhadap gerusan krisis. Meski gejolak krisis ekonomi global terus menggila, kondisi itu tidak mengurangi permintaan CPO. Bahkan, sebaliknya permintaan akan CPO terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, keputusan memasuki industri tersebut. ”Kami tidak khawatir soal kompetitor. Sizenya masih sangat luas sekali,” imbuhnya.

Selain itu, hingga saat ini perseroan telah menggelontorkan dana senilai Rp 700 miliar. Dana segar itu akan dipakai untuk membangun pabrik pengolahan kelapa sawit di Kalimantan Barat (Kalbar) dengan kapasitas produksi 75 ribu ton per jam. Dengan lahan kelapa sawit yang sudah digarap seluas 13 ribu hektare (ha).

Sementara sumber pendanaan itu sekitar 50 persen pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Di mana dana Rp 700 miliar itu di luar dana dari USD 50 juta yang telah siapkan. Nantinya dana sebesar USD 50 juta itu bakal berasal dari kas internal. Perseroan pun menarget pembangunan pabrik itu akan selesai pada tahun depan. ”Kami target pembangunan pabrik rampung pada 2013 mendatang,” tukasnya.

Di sisi lain, BRPT bersama Apleton dan Barito melego saham PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) kepada perusahaan asal Thailand Siam Cement Group melalui SCG Chemicals CO., Ltd. Dengan fakta itu, SCG menguasai 30 persen saham TPIA dengan nilai transaksi senilai Rp 3,76 triliun.

Barito melepas 7,13 persen saham atau sebanyak 218.520.300 lembar saham. Sedangkan Apleton melepas 22,87 persen saham sebanyak 701.338.625 lembar. Kesepakatan harga saham yang dilepas adalah Rp 4.088 per lembar. Sementara kepemilikan Barito Pasific berkurang menjadi 64,87 persen. (far) 
read more...

Senin, 19 September 2011

Rp30 Miliar untuk Riau Air Belum Dapat Dicairkan



Rp30 Miliar untuk Riau Air Belum Dapat Dicairkan


PEKANBARU (RP) - Pemprov Riau dalam APBD-P 2011 telah menganggarkan dana segar untuk pemulihan perusahaan penerbangan milik daerah PT Riau Air sebesar Rp30 miliar. Hanya saja, saat ini alokasi dana tersebut belum dapat dicairkan.

Kondisi tersebut, dikarenakan masih adanya beberapa tahapan yang harus dilalui untuk penggunaan alokasi dana pemerintah tersebut.

Seperti pembahasan dan persetujuan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.





Demikian diutarakan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Ramli Walid kepada Riau Pos, akhir pekan lalu.

‘’Saya bersama Karo Keuangan ikut mengantarkan pengesahan APBD P ke Kemendagri. Jika telah disetujui, baru Rp30 miliar anggaran yang dialokasikan untuk Riau Air dapat digunakan,’’ paparnya.

Hanya saja, Ramli mengaku tidak mengetahui secara detail tentang spesifikasi peruntukan alokasi dana tersebut. Namun, menurutnya pihak manajemen sudah tentu memiliki perencanaan untuk memperbaiki kondisi yang sedang dialami maskapai kebanggaan Riau itu. ‘’Saya tidak tahu peruntukannya. Itu lebih pertimbangan manajemen Riau Air,’’ paparnya.

Dikatakan Ramli, kendati alokasi dana Rp30 miliar untuk Riau Air masih dalam tahap evaluasi Kemendagri, pihaknya berharap anggaran itu dapat disetujui. Sehingga, manajemen PT Riau Air dapat menggunakannya dengan tepat.

Ramli juga mengakui, berhentinya pengoperasian burung besi selama ini, lantaran kurangnya daya dukung finansial.

Karena itu, Pemprov Riau tetap memberikan dukungan dana demi beroperasinya kembali maskapai penerbangan milik daerah itu.

‘’Jika proses evaluasi sudah final. Maka alokasi dana ini sudah dapat dicairkan, ini yang sedang kita gesa,’’ imbuhnya.(rio)
read more...

Riau Tujuan Investasi



Riau Tujuan Investasi


Laporan Marrio Kisaz, Pekanbaru marriokisaz@riaupos.com
Provinsi Riau merupakan salah satu tujuan investasi yang sangat menjanjikan.

Kondisi ini didukung dengan pengembangan sumberdaya alam dan potensi yang menjadi daya tarik untuk mengembangkan dunia usaha.

Dengan semangat tersebut, Riau terus wellcome akan pengembangan investasi, baik yang bersifat lokal, nasional hingga internasional.

Hal itu diungkapkan Asisten I Setdaprov Riau Abdul Latif di sela-sela opening ceremony Riau Expo 2011 di Purna MTQ, Sabtu (17/9).

Sekitar 150 stand terlihat meramaikan kegiatan yang diharapkan dapat mendukung pengembangan iklim investasi di Bumi Lancang Kuning.

‘’Saat ini pengembangan investasi di Riau terus menunjukkan peningkatan yang positif. Kondisi itu didukung dengan komitmen Pemerintah Provinsi Riau yang diwujudkan dengan beberapa strategi,’’ ujarnya yang juga sempat melakukan peninjauan di beberapa stand yang terus mencoba mempromosikan produknya.

Berbagai langkah yang dilakukan Pemprov Riau dalam mendukung pengembangan investasi adalah dengan memberikan kemudahan dan perizinan. Seperti dengan menerapkan sistem one top service dan menciptakan suasana daerah yang kondusif.

Kegiatan tahunan yang digelar 17-24 September ini mengambil lokasi di Bandar Serai Purna MTQ itu juga menjadi rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT Provinsi Riau, HUT RI dan Idul Fitri 1432 H.

Ratusan stand yang terdiri dari pelaku usaha dan SKPD bidang investasi, sektor perdagangan, pariwisata, pendidikan hingga kesehatan dan olahraga akan tampil. Selain itu sebanyak 30 pelaku UMKM ikut berpartisipasi dengan menawarkan beragam hidangan kuliner pada pengunjung.

Kepala BPMPD Riau, Feizal Komar Karim mengatakan momen Riau Expo 2011 diprediksi akan memberikan sumbangsih positif dalam mendukung iklim investasi di Riau.

Dalam iven tahunan ini, ditargetkan transaksi dan peredaran uang mencapai Rp5,5 miliar. Nominal ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp5 M.

‘’Banyak pengaruh positif dari kegiatan ini. Selain bersifat promosi investasi dan perdagangan, Kegiatan ini juga bersifat multieven, karena disinergikan dengan kegiatan pameran usaha dan investasi, parade kesenian, pariwisata dan lomba-lomba dilaksanakan di Riau Expo 2011,’’ terangnya.

Tahun ini ada beberapa perubahan dan kegiatan yang baru akan dilaksanakan di Riau Expo 2011. Seperti pembukaan acara Riau Expo 2011 dilaksanakan pada malam hari dengan menggunakan tata letak tamu undangan gaya round table guna kesan mewah dan bermarwah.

Di dalam tenda disediakan panggung dan round table yang dapat di gunakan sebagai media promosi, talkshow dan sosialisasi program kerja SKPD dan pihak swasta lainnya.(rnl) 
read more...
DPRD Siak
Blogger Bertuah