Tempatkan Text atau gambar disini
Masih Proses, Mohon Sabar
Sponsored By :Riau Bertuah.

Jumat, 23 September 2011

Gunakan Lilin hingga Lampu Motor

Aktivitas Pasar Tumpah saat Lampu Jalan Padam


Laporan AGUSTIAR, Pekanbaru agustiar@riaupos.com

Pemutusan total aliran listrik penerangan jalan umum (PJU) berdampak terhadap aktivitas agen dan pedagang sayuran di pasar tumpah yang selama ini sangat bergantung pada penerangan lampu jalan.

Lilin, senter hingga lampu kendaraan bermotor pun menjadi penerangan alternatif.

Hujan yang tinggal rintik-rintik masih membasahi jalanan Kota Pekanbaru, Kamis (22/9) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Saat itu, malam kedua lampu jalan di Jalan Tuanku Tambusai dan jalan-jalan utama Kota Perkanbaru lainnya dipadamkan PLN.

Meski demikian, aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

Dengan penerangan seadanya, tampak kesibukan para pedagang dan agen menurunkan sayur yang dibungkus karung dari atas mobil truk dan pick up kepada pembeli untuk dijual di pasar-pasar pagi harinya.

Jika sebelumnya, pedagang dan agen sayur memanfaatkan penerangan dari lampu jalan yang terang benderang, sekarang mereka harus memilih sumber penerangan alternatif.

Dini hari itu mereka terpaksa menggunakan penerangan seadanya, mulai dari menggunakan lilin-lilin kecil berwarna putih, senter, lampu emergency, dan juga mengharapkan penerangan dari lampu kendaraan bermotor. Yang paling memprihatinkan ada yang menggunakan lampu dari mancis penyulut rokoknya.

Andi (34), warga Bukittinggi mengaku sudah bertahun-tahun mengais rezki dari berjualan sayur asal Sumbar di pasar tumpah Jalan Tuanku Tambusai. Ia mengaku sangat terganggu aktvfitas jual belinya karena lampu jalan padam.

‘’Saya gunakan lilin untuk menerangi jualan saya, dan saya punya stok lilin itu empat batang. Kapan saya pasang jika ada pembeli yang menawar, tapi jika tidak saya padamkan. Biar irit,’’ kata pria kurus berkumis ini.

Dengan kondisi yang gelap ini, dia mengaku penghasilannya agak sedikit menurun.

‘’Biasanya di jam segini (pukul 02.30 WIB) dagangan saya sudah habis diborong. Tapi dua malam ini, sejak lampu jalan padam tidak, harus menunggu sampai pagi itu pun bersisa. Secara penghasilan jelas berkurang,’’ tuturnya sambil berharap persoalan listrik padam ini segera selesai.

Keluhan juga disampaikan pedagang lainnya, Tuti (33) yang juga warga Sumbar.

‘’Saya khawatir sayur saya yang sudah dibungkus karung ini dicuri orang yang coba berbuat jahat, apalagi kondisinya sangat mendukung. Selain itu dengan kondisi yang remang-remang ini pembeli jadi berkurang, selain hujan juga karena dagangan tidak tampak jelas, kami rugi, jualan kami harus dijual lagi keesokan harinya,’’ keluh Tuti.

Kondisi serupa juga terlihat di pasar tumpah di Jalan Ahmad Yani depan RS Santa Maria, dan depan Pasar Senapelan, serta Jalan Agus Salim. Beberapa pedagang menggunakan lampu motornya untuk menerangi dagangannya.

Paimin (33), warga Limbungan Rumbai, sibuk menyusun kacang panjang segar yang dipanennya dari kebunnya di wilayah Danau Buatan. Hujan yang turun tak menyurutkan tekadnya untuk mencari rezki, walau lampu jalan padam dia tidak kehilangan akal. Menggunakan lampu motor yang sudah dihidupkannya satu jam itu pun jadi.

‘’Sudah satu jam lampu motor saya hidup dengan mesin-mesinnya. Mau bagaimana lagi terpaksa dengan ini saya menerangi jualan saya untuk tetap terlihat oleh pembeli,’’ ujarnya.

Ia sangat berharap permasalahan ini bisa dapat terselesaikan secepatnya. ‘’Kami bayar pajak yang dipungut setiap bulannya, tapi lampu dari pajak yang kami bayar dimatikan juga, terus pemerintah diam saja,’’ ujarnya kesal.*** 

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Gunakan Lilin hingga Lampu Motor"

DPRD Siak
Blogger Bertuah