JAKARTA (RP)- Tersangka kasus suap Wisma Atlet SEA Games M Nazaruddin tampaknya tak bisa lagi melakukan tawar-menawar dengan KPK.
Sebab, instansi pimpinan Busyro Muqaddas tersebut ‘merajuk’ dengan mantan bendahara umum Demokrat itu.
Buktinya, Nazar tak pernah lagi dipanggil ke Gedung KPK untuk diperiksa.
Gara-gara itu, tim kuasa hukum Nazaruddin meradang. Mereka merasa kliennya tak lagi dianggap oleh KPK.
Padahal, dia sudah menjanjikan, Nazaruddin bakal membuka semua fakta yang dia ketahui.
‘’Kami minta Nazaruddin dipanggil lagi,’’ ujar salah seorang kuasa hukum Nazaruddin, Alfrian Bondjol.
Tim kuasa hukum juga kecewa dengan KPK yang tak menuruti permintaan Nazaruddin untuk dikonfrontir dengan Chandra Hamzah, Angelina Sondakh dan Anas Urbaningrum. Versi mereka, konfrontir bisa jadi bukti untuk menunjukkan Nazaruddin benar-benar mau buka mulut.
‘’Ada apa ini, kami minta dipanggil tak dipanggil, minta dikonfrontir juga tak dikabulkan,’’ keluh Alfrian. Dia berharap KPK bisa segera mengakhiri sikap tersebut. Dia memastikan jika kliennya takkan aneh-aneh lagi. Apalagi, diakuinya Nazaruddin sudah menandatangani surat pernyataan.
Disinggung KPK yang terkesan sakit hati karena tiap dipanggil Nazaruddin selalu diam, Alfrian tak berkata banyak. Menurutnya, itu adalah masa lalu yang tak perlu terus diperpanjang. Yang terpenting sekarang, kliennya sudah mau janji untuk kooperatif mengungkap semuanya.
KPK sendiri memang terkesan mengesampingkan Nazaruddin dan memilih mencari informasi dari orang lain.
Seperti yang dilakukan kemarin, KPK memanggil Mindo Rosalina Manulang. Dia dimintai keterangan seputar perusahaan dan proyek-proyek yang diurusnya.
‘’Lagi pusing saya, Kamis ke sini lagi,’’ kata Rosalina di KPK.
Saat diperiksa KPK, Rosa yang datang mengenakan kemeja merah muda enggan berbicara banyak.
Dia memilih mengelak tiap ditanya tentang materi pemeriksaan. Dia hanya memberi bocoran kalau penyidik lebih banyak bertanya mengenai perusahaan Permai Group.
‘’Seputar perusahaan dan proyek-proyek,’’ katanya.
Namun, dia janji untuk membuka kran informasi sebesar-besarnya saat datang besok (29/9). Rosalina sendiri sudah divonis untuk kasus yang sama dengan 2,5 tahun penjara.
Dalam pengadilan terbukti bahwa perusahaan milik Nazaruddin itu menyuap Sesmenpora Wafid Muharram yang telah memenangkan PT Duta Graha Indonesia (DGI) dalam pembangunan Wisma Atlet.
Sementara itu, sumber di KPK mengatakan, jaminan kuasa hukum Nazaruddin yang menjamin Nazaruddin bakal buka suara belum cukup.
Sebab, KPK selama ini memang kerap dipermainkan Nazaruddin dengan bungkam atau bicara tanpa bukti.
‘’Dia kalau dipanggil tidak mau bicara,’’ ucapnya.
KPK sendiri juga tak mau ambil pusing apakah Nazar mau bicara atau tidak. Menurutnya, pada saatnya nanti Nazaruddin takkan lagi bisa bungkam, khususnya saat di pengadilan. Apalagi, di pengadilan nanti dia akan disumpah untuk bicara. ‘’Lebih sahih malah, dan tidak bisa ngeles lagi,’’ urainya.
Yang jelas, untuk mengumpulkan bukti, KPK memang tak hanya berasal dari keterangan tersangka. Sebab itu, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari beberapa pihak seperti Rosalina. ‘’Belum tahu kapan ada jadwal pemeriksaan dia lagi,’’ kata Johan.(dim/kuh/jpnn)
Sebab, instansi pimpinan Busyro Muqaddas tersebut ‘merajuk’ dengan mantan bendahara umum Demokrat itu.
Buktinya, Nazar tak pernah lagi dipanggil ke Gedung KPK untuk diperiksa.
Gara-gara itu, tim kuasa hukum Nazaruddin meradang. Mereka merasa kliennya tak lagi dianggap oleh KPK.
Padahal, dia sudah menjanjikan, Nazaruddin bakal membuka semua fakta yang dia ketahui.
‘’Kami minta Nazaruddin dipanggil lagi,’’ ujar salah seorang kuasa hukum Nazaruddin, Alfrian Bondjol.
Tim kuasa hukum juga kecewa dengan KPK yang tak menuruti permintaan Nazaruddin untuk dikonfrontir dengan Chandra Hamzah, Angelina Sondakh dan Anas Urbaningrum. Versi mereka, konfrontir bisa jadi bukti untuk menunjukkan Nazaruddin benar-benar mau buka mulut.
‘’Ada apa ini, kami minta dipanggil tak dipanggil, minta dikonfrontir juga tak dikabulkan,’’ keluh Alfrian. Dia berharap KPK bisa segera mengakhiri sikap tersebut. Dia memastikan jika kliennya takkan aneh-aneh lagi. Apalagi, diakuinya Nazaruddin sudah menandatangani surat pernyataan.
Disinggung KPK yang terkesan sakit hati karena tiap dipanggil Nazaruddin selalu diam, Alfrian tak berkata banyak. Menurutnya, itu adalah masa lalu yang tak perlu terus diperpanjang. Yang terpenting sekarang, kliennya sudah mau janji untuk kooperatif mengungkap semuanya.
KPK sendiri memang terkesan mengesampingkan Nazaruddin dan memilih mencari informasi dari orang lain.
Seperti yang dilakukan kemarin, KPK memanggil Mindo Rosalina Manulang. Dia dimintai keterangan seputar perusahaan dan proyek-proyek yang diurusnya.
‘’Lagi pusing saya, Kamis ke sini lagi,’’ kata Rosalina di KPK.
Saat diperiksa KPK, Rosa yang datang mengenakan kemeja merah muda enggan berbicara banyak.
Dia memilih mengelak tiap ditanya tentang materi pemeriksaan. Dia hanya memberi bocoran kalau penyidik lebih banyak bertanya mengenai perusahaan Permai Group.
‘’Seputar perusahaan dan proyek-proyek,’’ katanya.
Namun, dia janji untuk membuka kran informasi sebesar-besarnya saat datang besok (29/9). Rosalina sendiri sudah divonis untuk kasus yang sama dengan 2,5 tahun penjara.
Dalam pengadilan terbukti bahwa perusahaan milik Nazaruddin itu menyuap Sesmenpora Wafid Muharram yang telah memenangkan PT Duta Graha Indonesia (DGI) dalam pembangunan Wisma Atlet.
Sementara itu, sumber di KPK mengatakan, jaminan kuasa hukum Nazaruddin yang menjamin Nazaruddin bakal buka suara belum cukup.
Sebab, KPK selama ini memang kerap dipermainkan Nazaruddin dengan bungkam atau bicara tanpa bukti.
‘’Dia kalau dipanggil tidak mau bicara,’’ ucapnya.
KPK sendiri juga tak mau ambil pusing apakah Nazar mau bicara atau tidak. Menurutnya, pada saatnya nanti Nazaruddin takkan lagi bisa bungkam, khususnya saat di pengadilan. Apalagi, di pengadilan nanti dia akan disumpah untuk bicara. ‘’Lebih sahih malah, dan tidak bisa ngeles lagi,’’ urainya.
Yang jelas, untuk mengumpulkan bukti, KPK memang tak hanya berasal dari keterangan tersangka. Sebab itu, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari beberapa pihak seperti Rosalina. ‘’Belum tahu kapan ada jadwal pemeriksaan dia lagi,’’ kata Johan.(dim/kuh/jpnn)

0 komentar: on "Nazar Minta Diperiksa, KPK Malas"
Posting Komentar