Tempatkan Text atau gambar disini
Masih Proses, Mohon Sabar
Sponsored By :Riau Bertuah.

Senin, 10 Oktober 2011

Saling Klaim di Kampar

BANGKINANG (RP) - Dua kubu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar, Burhanuddin Husin-Zulher dan Jefry Noer-Ibrahim Ali, saling klaim unggul dalam perolehan suara sementara Pemilukada yang berlangsung, Senin (10/10).

Berdasar penghitungan cepat (quick count) Lembaga Survei Indonesia (LSI), pasangan nomor urut 3 H Jefry Noer-H Ibrahim Ali SH unggul sekitar 6 persen.

Perolehan suara sementara berdasar perhitungan LSI, pasangan nomor urut 1 Ir H Nasrun Effendi-H Tengku M Nizar SH MH dapat 15,45 persen suara, pasangan nomor urut 2 Drs Burhanuddin Husin MM-Drs H Zulher MS dapat 39,23 persen suara dan pasangan nomor urut 3 H Jefry Noer-H Ibrahim Ali SH meraih 45,32 persen suara.

Sementara berdasar hasil penghitungan cepat tim pemenangan Burhanuddin Husin-Zulher hingga pukul 20.30 WIB malam tadi, pasangan Ir H Nasrun Effendi-H Tengku M Nizar SH MH meraih 28.912 suara atau 15,88 persen, pasangan nomor urut 2 Burhanuddin Husin-Zulher meraih 77.887 suara 42,78 persen dan pasangan nomor urut 3 H Jefry Noer-H Ibrahim Ali SH meraih 75.265 suara atau 41,34 persen. Hasil survei LSI disampaikan Koordinator LSI wilayah Riau-Sumbar-Jambi dan Kepri Edi Endirzal dan peneliti LSI pusat, Dudi Herlianto dalam jumpa pers di Bangkinang pukul 20.30 WIB malam tadi.

Edi menjelaskan, LSI melakukan penghitungan dan survei ini dengan mengambil sampel 210 TPS yang tersebar secara proporsional di seluruh kecamatan.

‘’Hasil ini punya toleransi kesalahan sekitar 2 persen dengan tingkat kepercayaan 99 persen. Namun hasil yang kami sampaikan ini baru sebatas 99,05 persen, artinya masih ada TPS yang kami pantau yang karena hal teknis belum menyampaikan hasil penghitungannya,’’ ujarnya.

Menurutnya, Jefry dan Burhan merupakan pasangan yang kuat dalam pemilihan ini, karena mereka sama-sama memenangkan 10 kecamatan sebagai pasangan terunggul.

Namun ini lebih karena perasaan sekampung atau kedaerahan karena umumnya pasangan ini berasal dari sana. Seperti Nasrun yang menang di Gunung Sahilan karena wakilnya TM Nizar berasal dari keturunan raja di Gunung Sahilan.

Begitu juga dengan Jefry yang dapat suara mutlak di Bangkinang Seberang karena berasal dari kecamatan tersebut. Dan kemenangan mutlak juga dari Kecamatan Tambang karena wakilnya Ibrahim Ali merupakan putra Tambang.

Begitu juga dengan pasangan Burhanuddin-Zulher yang dapat suara mutlak di Kecamatan Kampar dan Kampar Utara karena dua kecamatan ini daerah kelahiran Zulher dan kampung halaman Burhanuddin.

‘’Namun kami tak dapat menyebut angka karena ini adalah kewenangan KPU dan kepastiannya akan ditentukan nanti dalam pleno,’’ ujarnya.

Sementara untuk pemilih yang tak memberi hak suara, LSI menghitung sekitar 43 persen. Walau cukup besar namun dianggap wajar, karena umumnya di Indonesia persentasi golput antara 30-40 persen.

‘’Kita menganggap ini masih relevan untuk Pemilukada Kampar walau memang sedikit lebih tinggi,’’ ujarnya. PPK sendiri belum melaksanakan pleno karena masih menunggu pleno di masing-masing TPS untuk menghitung perolehan suara.

‘’Rencananya pleno di kecamatan akan dilaksanakan besok (hari ini, red),’’ ujar Ketua PPK Bangkinang, Herman Jhoni, Senin (10/10). Sementara itu, kantor KPU sejak pukul 13.00 WIB sudah mulai didatangi warga. Namun karena KPU Kampar tak melaksanakan penghitungan cepat, masyarakat kembali pulang.

Mambang: Sudah Kita Duga
Keunggulan pasangan sementara Jefry-Ibrahim disambut gembira tim suksesnya. ‘’Ini tidak beda dengan perkiraan awal kita dan membuktikan kerja keras kita sudah berhasil,’’ ujar Ketua DPD Partai Demokrat Riau, HR Mambang Mit yang sekaligus mewakili koalisi pemenangan Jefry-Ibrahim.

Mambang menjelaskan, sebelum Pemilukada, pihaknya sudah melakukan survei pada 29 September. Hasilnya, Jefry-Ibrahim dapat 42,8 persen, Burhan-Zulher dapat 35,8 persen dan Nasrun-Nizar dapat 11,1 persen dengan selisih sekitar 6 persen.

‘’Itu tak jauh beda dengan hasil penghitungan LSI hari ini, hanya ada kenaikan dukungan bagi pasangan Nasrun-Nizar,’’ ujarnya.

Menurutnya, sebagai Ketua DPD Demokrat Riau, tentu dia menyambut gembira hal ini. Karena dari tujuh Pemilukada di Riau pada 2011, kader Demokrat menang empat, yaitu Rokan Hulu, Kuansing, Pekanbaru walau masih ada PSU dan kini Kampar.

‘’Ini menunjukkan kader Demokrat dan para kader partai koalisi sudah bekerja sangat baik,’’ ujarnya.

Mambang juga senang karena Pemilukada Kampar berlangsung aman. ‘’Saya lihat warga menjalankannya dengan tertib. Ini menunjukkan masyarakat sudah menjalankan demokrasi dengan baik,’’ ujarnya.

Untuk itu, Mambang mengimbau semua masyarakat dan elemen yang ada tetap menjaga suasana aman ini sehingga ke depan proses Pemilukada berjalan baik dan sukses hingga penetapan dan pelantikan.

Dia juga minta semua pihak menghormati satu sama lain. ‘’Begitu ditetapkan, kita semua harus menghormati dan mendukung kepala pemerintah yang baru sehingga daerah bisa makin maju,’’ ujarnya.

Sementara Jefry Noer, terkait hasil sementara ini menyatakan kemenangan ini bukan hanya miliknya.

‘’Ini adalah kemenangan Kampar juga karena rakyat sudah membuktikan bahwa mereka sudah mengikuti kegiatan demokrasi dengan baik,’’ ujarnya.

Didampingi istrinya Ny Eva Yuliana, Jefry menyatakan semua pihak diminta tetap menjaga suasana aman sehingga proses Pemilukada berlangsung sukses hingga ke penetapan nantinya.

Optimisme serupa juga diungkapkan Wakil Ketua Tim Pemenangan Burhanuddin-Zulher, Syafii Samosir, Senin (10/10) malam. Menurutnya, hasil itu merupakan penghitungan sementara dari 72 persen suara pemilih yang masuk.

Untuk sementara, dari laporan tim di berbagai wilayah di Kampar, perolehan suara untuk Burhanuddin-Zulher 42,78 persen, Jefry Noer-Ibrahim Ali 41,34 persen, Nasrun Efendi-T Nizar 15,88 persen.

‘’Ini hasil sementara, karena masih banyak laporan dari tim di tingkat desa/kelurahan yang belum masuk ke kabupaten. Insya Allah, kami masih optimis memenangkan Pemilukada ini,’’ ungkap Syafii.

Menurutnya, daerah-daerah yang merupakan lumbung suara Burhanuddin-Zulher hingga kini masih banyak yang belum masuk laporannya.

‘’Data yang masuk hingga malam ini masih dari daerah yang komunikasinya lancar, kami masih menunggu laporan dari tim di beberapa desa lainnya,’’ ucap Syafii. Kepada seluruh pendukung Burhanuddin-Zulher di Kampar, Syafii minta tetap tenang, tak terpancing isu-isu negatif dan tetap menjaga ketenangan.

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Riau Indra Muchlis Adnan mengucapkan syukur dengan keunggulan perolehan suara yang diraih pasangan Burhanuddin-Zulher.

‘’Alhamdulillah Burhan-Zulher menang meski unggul tipis. Kita yakin menang karena data dari kantong suara pasangan ini belum masuk semua,’’ ujarnya.

Indra mengatakan, pada pihak terkait yakni tim pemenangan Burhan-Zulher, diminta mengawal proses penghitungan suara sampai final di KPU. ‘’Hingga hasilnya nanti tak merugikan nomor 2,’’ katanya.

Saat pasangan lain melaksanakan quick count masing-masing, tim pasangan nomor urut 1 Nasrun Efendi-T Nizar tak melakukan hal serupa. Menurut Afrizal Chaidir SE selaku Koordinator Media Center Tim Pemenangan Nasrun-Nizar, Senin (10/10) malam, meski tak melakukan penghitungan cepat, kini pihaknya tetap mengumpulkan data dan laporan dari tim yang ada di desa-desa se-Kabupaten Kampar.

‘’Secara bertahap data dari saksi dan tim pemenangan di desa-desa segera dikumpulkan,’’ ucap Afrizal.

Anggota KPU Kampar, Nofrizal SAg MIs mengatakan, tahapan rekap di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan dilaksanakan Selasa (11/10) ini.

KPU belum bisa tahu siapa yang menang karena prosesnya melalui rekap manual. ‘’Kalau ada tim-tim pemenangan yang membuat rekap hasil sementara, itu wajar-wajar saja. Tapi KPU belum dapat menyimpulkan siapa yang menang. Tunggu saja hasil rekap manual,’’ ujar Nofrizal.

Kalah di TPS Sendiri
Sementara itu, pasangan Burhan-Zulher kalah di TPS tempat mereka mencoblos. Di TPS 04 Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang tempat Burhan mencoblos, pasangan Burhan-Zulher meraih 119 suara dan pasangan Jefry-Ibrahim 158.

Di TPS 19 Kelurahan Langgini tempat Zulher mencoblos, pasangan Nasrun-Nizar meraih 55 suara, Burhan-Zulher 88 dan Jefry-Ibrahim 99.

Berdasar pantauan Riau Pos di beberapa TPS, kedua pasangan ini juga saling unggul. Seperti Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang, di TPS 2 pasangan Nasrun-Nizar 55, Burhanuddin-Zulher 160, Jefry-Ibrahim 97. Di TPS 3 Nasrun-Nizar 81, Burhanuddin-Zulher 96, Jefry-Ibrahim 102. Di TPS 4, Nasrun-Nizar 39, Burhanuddin-Zulher 123 dan Jefry-Ibrahim 96. Di TPS 1 Nasrun-Nizar 23, Burhanuddin-Zulher 68 dan Jefry-Ibrahim 136.

Di TPS 1 Desa Danau Sentul Kecamatan Kamparkiri Hulu, Nasrun-Nizar 28, Burhanuddin-Zulher 117 dan Jefry-Ibrahim 26. Di Desa Padang Sawah Kecamatan Kamparkiri, TPS 1, Nasrun-Nizar 20, Burhanuddin-Zulher 109, Jefry-Ibrahim 44. Di TPS 2, Nasrun-Nizar 21, Burhanuddin-Zulher 115, Jefry-Ibrahim 68.

Kondisi serupa juga terlihat di 8 TPS Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu, pasangan Burhanuddin-Zulher dan Jefry-Ibrahim bersaing ketat. Di TPS 21, Nasrun-Nizar 89, Burhanuddin-Zulher 68, Jefry-Ibrahim 50 dari 436 pemilih. Suara tak sah 8, suara sah dan tak sah 215 suara, sedang yang tak menggunakan hak pilih 233.

Di TPS 17, Nasrun-Nizar 8, Burhanuddin-Zulher 21, Jefry-Ibrahim 37 dari 592 pemilih. TPS 9, Nasrun-Nizar 68, Burhanuddin-Zulher 64, Jefry-Ibrahim 112 dari 534 pemilih. Di TPS 10, Nasrun-Nizar 93, Burhanuddin-Zulher 96, Jefry-Ibrahim 35 dari 389 pemilih. TPS 11, Nasrun-Nizar 19, Burhanuddin-Zulher 25, Jefry-Ibrahim 130 dari 394 pemilih.

Di TPS 12, Nasrun-Nizar 65, Burhanuddin-Zulher 121, Jefry-Ibrahim 60 dari 253 pemilih. TPS 36, Nasrun-Nizar 25, Burhanuddin-Zulher 229, Jefry-Ibrahim 106 dari 595 pemilih.

Golput Tinggi di Pandau
Di Kelurahan Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu, pantauan Riau Pos di 8 TPS, jumlah masyarakat yang menggunakan hak pilih lebih sedikit dibanding yang tak memilih. Bahkan jumlahnya ada yang di atas 50 persen dari angka jumlah pemilih tetap di TPS.

Kondisi itu diungkapkan beberapa Ketua KPPS. Seperti Ketua KPPS TPS 21 Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Dailami, Ketua KPPS TPS 17 Arifin Herwan SAg, Ketua KPPS 9 Nur Rahman, Ketua KPPS TPS 10 Yuheldi SH, Ketua TPS 11 Muspita, anggota KPPS TPS 12 Aliman, Ketua KPPS TPS 36 Edwar Syah.

Padahal, kata mereka, jauh-jauh hari, petugas sudah memberitahu masyarakat yang sudah terdaftar di DPT. Kartu pemilih dan undangan pun sudah diberi petugas PPS sebelum hari pemungutan suara.

Mereka menilai penyebabnya adalah pemungutan suara bertepatan dengan hari kerja. Sementara hampir sebagian besar masyarakat Kelurahan Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, bekerja di Pekanbaru. ‘’Inilah yang menurut kami jadi penyebabnya,’’ ujar Edwar Syah Ketua KPPS 36 Kelurahan Pandau Jaya.

Cukup Baik di Riau
Pengamat politik Riau, Drs Andi Yusran MSi menilai, pelaksanaan Pemilukada Kampar 2011 terbilang cukup baik di Riau. ‘’Saya tadi sempat keliling di beberapa TPS, semua berjalan aman dan lancar,’’ ujar Andi Yusran.

Menyinggung soal rendahnya partisipasi masyarakat menggunakan hak pilih, Andi tak menampik itu. Gejala ini, kata Dekan UMRI itu, juga terlihat di daerah Pandau Kecamatan Siak Hulu, tempat kediamannya. Hampir 50 persen masyarakat Pandau yang terdaftar tak memilih.

Khusus di Kecamatan Siak Hulu, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Pertama, sebagian besar masyarakat Pandau adalah masyarakat urban. Mereka bekerja di Pekanbaru. Begitu juga anak sekolah dan mahasiswa.

‘’Mereka harus sudah masuk kerja, sekolah atau kuliah pukul 07.30 WIB. Saya juga begitu, tadi pagi sebelum ke kampus menyempatkan diri dulu mencoblos di Pandau baru ke kampus. Sementara, Kota Pekanbaru tak libur. Ini nasib daerah yang berdekatan dengan Pekanbaru,’’ terangnya.

Selain itu, faktor lainnya kemungkinan ada juga pemilih yang tak terdaftar oleh KPU. Kampar, menurutnya tak jauh beda dengan Pekanbaru. Lebih banyak masyarakat perkotaannya. Sehingga persentase masyarakat yang menggunakan hak pilih 50 persen untuk Riau, itu sudah cukup baik.

‘’Di Riau ada kesamaan karakter pemilih untuk perkotaan sama dengan Kampar saat ini,’’ bebernya. Hanya, jika persentasenya 50 persen atau di bawah 50 persen masyarakat Kampar yang menggunakan hak pilihnya, secara legitimasi pasangan yang menang terkesang kurang diakui masyarakat.

Andi tak terlalu mempersoalkan masing-masing pasangan calon memiliki penghitungan sendiri. Karena itu akan jadi data pembanding yang disajikan KPU nanti. Namun secara politis, juga bisa memukul mental pasangan lain.

Tiga pasangan calon yang bersaing dalam Pemilukada Kampar, menurut pengamatannya, pasangan Nasrun-Nizar serta Burhanuddin Husin-Zulher, lebih memiliki kans di perkotaan. Sementara Jefry-Ibrahim basis kekuatannya di masyarakat pedesaan. ‘’Karena saya lihat Jefry lebih dekat ke masyarakat pedesaan,’’ tambahnya.

Layanan Tetap seperti Biasa
Sementara itu Wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono SP menyatakan, warga Kampar sudah melaksanakan proses demokrasi dengan baik. Teguh sendiri kemarin turun langsung ke beberapa TPS di antaranya di Salo, Bangkinang Seberang, Kampar Utara dan Kampar. Menurutnya, prosesi pemilihan bagus, lancar, cuma memang masih ada yang perlu diperbaiki, di antaranya masih ada warga yang tak terdaftar di DPT dan sebagainya.

‘’Ini jadi pembelajaran bagi Kampar dan penyelenggaran pemilihan selanjutnya,’’ ujarnya.

Teguh menyatakan, sebagai pemerintah dia mengucapkan terima kasih atas partispasi masyarakat. Walau golput masih banyak, Teguh mengimbau masyarakat, tetap menjaga kondisi ini tetap aman dan menghormati proses hingga tahapan ini selesai.

‘’Siapapun yang menang, itulah pemimpin kabupaten yang sah dan legal format secara hukum dan faktual, kita harus hormati itu,’’ ujarnya.

Teguh juga menegaskan, sampai masa serah terima atau masa jeda, Burhanuddin Husin MM-Teguh Sahono tetaplah pemimpin Kampar, dalam artian masih akan tetap menjalani pemerintahan.

Ini jangan sampai mempengaruhi kinarja. ‘’Kalau kemarin memang terlibat dalam tim sukses, mulai besok kembalilah bekerja secara professional, dan tak perlu khawatir karena takkan ada imbasnya. Pelayanan bagi masyarakat tetap harus jalan,’’ ujarnya.(why/rdh/dac)

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Saling Klaim di Kampar"

DPRD Siak
Blogger Bertuah